Berita  

Keberadaan Nakes Dipelosok Masih Minim, Sehingga Pelayanan Kesehatan Kurang Maksimal

Ket : Ilustrasi Tenaga Kesehatan (istimewa)

Palangkaraya, Media Perawat – Keberadaan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah pelosok masih minim. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan menjadi kurang maksimal.

Terbukti dalam setiap pelaksanaan reses, pihaknya sering kali menerima keluhan atau aspirasi dari masyarakat pelosok mengenai sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan karena disebabkan tidak adanya nakes di wilayah itu. Ungkap Rusita Anggota DPRD Kalteng. Kamis (16/11/23).

Baca juga : Ratusan Pegawai RSUD Chasan Boesorie Kembali Menggelar Aksi

“Padahal persoalan kesehatan yang harus ditangani itu tidak hanya pada wilayah tertentu saja, misalya perkotaan tapi juga pelosok atau pedesaan. Namun, masih banyak desa yang bahkan tidak memiliki nakes,” ujarnya dia

Menurutnya, seperti yang dikutif dari Borneo News, bahwa layanan kesehatan seharusnya dapat menjangkau semua wilayah termasuk pelosok atau pedesaan. Sebab, mengakses layanan kesehatan ini menjadi salah satu hak masyarakat dan wajib bagi pemerintah menyediakannya.

“Yang menjadi kesulitan masyarakat di pelosok itu yakni ketika ingin mendapatkan layanan kesehatan harus pergi jauh ke wilayah kecamatan atau ibu kota kabupaten, membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.

Ditambah lagi, kendala lain yang dihadapi yaitu banyaknya wilayah pelosok yang tidak memiliki infrastruktur jalan dan jembatan memadai, kebanyakan desa dengan kondisi seperti itu menggunakan jalur sungai atau perahu mesin untuk bepergian keluar wilayahnya.

“Kondisi inilah yang harus diperhatikan dan dijadikan fokus, hak masyarakat agar mudah mengakses layanan kesehatan harus dipenuhi. Kendala maupun sebab penyebaran nakes tidak merata perlu solusi, sehingga kedepan layanan kesehatan bisa maksimal dan merata,” tandasnya dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *