banner 728x250

Peran dan Kepemimpinan Perawat Dalam Manajemen Bencana

Ket Foto : Depan Halaman RSUD Cianjur Pasca Kejadian Bencana Gempa (ANTARA FOTO/Raisan Al Faris/ist)

Mediaperawat.id – Bencana menjadi kata yang mengerikan, Hal ini karena bencana identik dengan kerusakan, kerugian bahkan hingga kematian yang dapat mengancam kehidupan manusia.

Bencana bisa dikarenakan oleh alam dan juga sosial atau yang disebabkan oleh manusia itu sendiri serta sama-sama dapat merugikan. Penyebab dari bencana sosial adalah karena ulah manusia tersendiri, seperti bentrok, kericuhan dan lain sebagainya yang tentunya bisa dihindari dengan kebijakan-kebijakan yang tepat.

Contoh dari bencana alam adalah gunung meletus, gempa bumi, angin puting beliung, tsunami dan lain sebagainya yang berkaitan dengan fenomena alam. Bencana alam tidak dapat kita cegah karena fenomena alam tentu di luar kehendak manusia.

Namun kemajuan teknologi dan pengetahuan, bencana alam bisa diketahui tanda-tandanya hal tersebut yang dapat menjadi pencegahan korban jiwa yang sebabkan bencana alam. Dalam hal tersebut menjadi adanya manajemen bencana yang bertujuan untuk menanggulangi bencana-bencana yang terjadi.

Terkait manajemen Bencana, Perawat memiliki peran sebagai tenaga kesehatan yang berkecimpung di dalam kegiatan Sosial dan kemanusiaan.

Oleh sebab itu pentingnya perawat mengetahui manajemen bencana apabila nantinya ikut dan terjun langsung dalam menangani kasus bencana alam.

Berikut adalah tahap-tahap manajemen bencana yang perlu diperhatikan:

Tahap Preventif

Pada tahap ini sebelum terjadinya bencana atau disebut dengan pra bencana, dalam hal ini dibutuhkannya peran tenaga kesehatan dalam menghadapi kejadian luar biasa melalui pendidikan bencana yang menjadi prioritas dalam kurikulam (WHO dan ICN, 2009 dalam Doondori & Paschalia, 2022).

Dalam tahap tersebut perawat memiliki peran dalam memberikan pendidikan dan promosi kesehatan terkait pencegahan bencana, tanda-tanda bencana, penanggulangan bencana oleh masyarakat dan juga respon masyarakat saat terjadi bencana (WHO dan ICN, 2009 dalam Doondori & Paschalia, 2022).

Tahap terjadi bencana

Respon perawat pada tahap ini adalah Kompetensi keperawatan bencana yakni perawatan komunitas, individu dan keluarga, selain itu ada juga perawatan psikologis dan perawatan pada kelompok rentan (Doondori & Paschalia, 2022).

Pada tahap ini perawat melakukan tindakan dalam rangka membantu memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar korban dan apabila kondisi kritis maka dirujuk ke Rumah Sakit (Doondori & Paschalia, 2022).

Tahap Recovery

Pada tahap pemulihan ketika pasca bencana, dampak dari bencana yang dialami adalah dampak psikologis menurut (Pratiwi, Hamid, dan Fadhillah, 2018 dalam (Doondori & Paschalia, 2022) dampak psikologis korban pasca bencana mengalami gejala stres pasca trauma yang dikaitkan dengan kehilangan, depresi, dan kekhawatiran akan terjadinya bencana berulang di masa depan. Oleh sebab itu perawat perlu dipersiapkan, menurut (Doondori & Paschalia, 2022)

Perawat perlu dipersiapkan secara psikologis berupa kemampuan kognitif, intelektual, minat, sikap, pendidikan, keterampilan klinis, dan pemahaman penyelamatan dengan prinsipprinsip dasar dukungan psikososial.

Diatas merupakan tahap-tahap manajemen bencana yang bisa dipelajari oleh perawat sebagai tenaga kesehatan yang nantinya bisa menjadi ilmu dan bekal apabila menangani bencana.

Sumber :
Doondori, A. K., & Paschalia, Y. P. (2022). Peran Perawat dalam Penanggulangan Bencana. Jurnal Kesehatan Primer , 63-70.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *