Mediaperawat.id – Diabetes Mellitus (DM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup penderitanya, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Ironisnya, banyak kasus Diabetes Mellitus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi, sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting.
Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, mahasiswa Magister Keperawatan Medikal Bedah Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Gaya Hidup Sehat sebagai Kunci Menghadapi Diabetes Mellitus” di Pondok Al-Wahid, Jalan Sutopadan RT 03, Cobongan, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan Diabetes Mellitus melalui penerapan gaya hidup sehat.
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Selain menjadi sarana aktivitas fisik, senam sehat juga menjadi pengingat bahwa langkah sederhana seperti bergerak aktif secara rutin dapat memberikan manfaat besar dalam menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit tidak menular. Suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan turut mencerminkan pentingnya peran komunitas dalam mendukung perilaku hidup sehat.
Setelah senam, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai Diabetes Mellitus yang disampaikan oleh mahasiswa Magister Keperawatan Medikal Bedah UGM. Materi yang diberikan mencakup faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi diskusi yang interaktif, peserta diajak untuk memahami bahwa pencegahan Diabetes Mellitus tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Sebagai bagian dari upaya deteksi dini, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung sekaligus memperoleh edukasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan. Bagi peserta yang memiliki hasil pemeriksaan di luar rentang normal, diberikan saran untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Kegiatan ini semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan Puskesmas Kasihan II. Keterlibatan puskesmas diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh tindak lanjut pelayanan kesehatan yang diperlukan setelah kegiatan berlangsung. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan primer ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.
Selain edukasi dan pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan layanan terapi Sujok yang ditujukan bagi masyarakat yang mengalami keluhan seperti nyeri otot, nyeri sendi, pegal-pegal, dan berbagai ketidaknyamanan fisik lainnya. Kehadiran layanan ini mendapat sambutan positif dari peserta dan menjadi pelengkap dalam rangkaian kegiatan yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik yang dianjurkan, hingga cara mengendalikan faktor risiko Diabetes Mellitus. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi kesehatan dan layanan promotif-preventif masih sangat besar serta perlu terus didukung melalui berbagai kegiatan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister Keperawatan Medikal Bedah UGM menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk menumbuhkan kesadaran, mendorong perubahan perilaku, dan membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat sebagai langkah penting dalam pencegahan Diabetes Mellitus.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-Being), melalui peningkatan literasi kesehatan, penguatan upaya pencegahan penyakit tidak menular, serta pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.



