Mediaperawat.id – Tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day), sebuah peringatan sekaligus kampanye untuk meningkatkan kesadaran, edukasi, hingga mendorong tindakan nyata baik individu maupun pemangku kebijakan.
Tujuan dari peringatan ini adalah menyelamatkan jutaan jiwa dari kematian yang dapat dicegah melalui peningkatan terhadap akses perawatan dan pengobatan serta deteksi dini pada kanker. Peringatan ini lahir dari sebuah inisiatif dan semangat berkolaborasi masyarakat internasional untuk menghapus stigma yang sering dialami oleh pasien kanker. Lebih lengkapnya, sejarah Hari Kanker Sedunia dapat kamu ketahui di bawah ini secara lengkap, baca sampai selesai yuk!
Sejarah Hari Kanker Dunia
Sejarah mencatat Hari Kanker Sedunia lahir dari sebuah inisiasi dan semangat kolaborasi masyarakat internasional untuk menekan angka kesakitan akibat kanker yang terus meningkat. Dengan mengusung tema relevan yang berbeda pada setiap tahunnya, gerakan ini secara perlahan berhasil mengubah stigma yang sering dialami oleh para penyintas kanker.
Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) sendiri secara resmi ditetapkan pada tanggal 4 Februari 2000 bertepatan pada agenda World Summit Against Cancer for the New Millennium di Paris. Piagam Paris (Charter of Paris) pada hari itu ditandatangani oleh para pemimpin dunia sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker serta melakukan riset yang berkelanjutan.
Baca Juga : Tren Keperawatan 2026 dan Skill yang Harus Dikuasi Perawat
Secara resmi, organisasi yang menaungi kampanye sekaligus peringatan ini adalah Union for International Cancer Control (UICC). Sebuah organisasi non-pemerintah internasional terbesar dan tertua yang berbasis di Jenewa, Swiss. Organisasi ini telah menyatukan lebih dari 1.150 organisasi lebih dari 170 negara untuk memastikan isu kanker tetap menjadi prioritas dalam agenda kesehatan global.
Adapun, tujuan utama dari peringatan Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker secara signifikan melalui kampanye masif yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu, kelompok, hingga pemangku kebijakan di berbagai penjuru dunia. Hal itu sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di samping itu, peringatan ini juga memiliki tujuan untuk mewujudkan kesetaraan akses layanan kesehatan. Hal itu terjadi karena UICC menyadari adanya ketimpangan besar dalam perawatan kanker antara negara kaya dan negara miskin sehingga kampanye “Close the Care Gap” terus digaungkan untuk menuntut keadilan bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Dari beberapa ulasan di atas, kita dapat memahami bahwa 4 Februari dipilih sebagai pengingat bahwa kanker adalah musuh bersama yang melampaui batas negara. Hingga saat ini, peringatan ini telah berevolusi dari sekadar penyebaran informasi menjadi gerakan advokasi yang kuat sehingga memaksa dunia untuk tidak lagi menutup mata terhadap dampak destruktif penyakit ini.
Langkah Deteksi Dini untuk Menghindarkan Diri dari Bahaya Kanker
Selain memberikan dukungan terhadap para penyintas, deteksi dini terhadap penyakit ini juga penting dilakukan untuk menghindarkan diri dari bahaya kanker. Menurut World Health Organization (WHO), mengenali gejala kanker sejak dini secara signifikan dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai deteksi dini antara lain:
Pertama, memahami sinyal yang diberikan tubuh dapat kamu lakukan dengan cara melihat dan merasakan gejala awal seperti perubahaan pada kebiasaan buang air kecil, luka yang tidak kunjung sembuh, hingga adanya benjolan yang tak biasa.
Kedua, mengubah gaya hidup menjadi lebih baik. Gaya hidup ternyata memiliki peran yang krusial untuk menghindarkan diri dari bahaya kanker secara signifikan. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi paparan terhadap asap rokok, membatasi konsumsi alkohol, hingga menjaga asupan makanan rendah lemak trans dan tinggi serat. Kemudian, aktivitas fisik juga dapat dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas hormon dan sistem imun tubuh.
Ketiga, pemeriksaan kesehatan secara rutin atau medical check-up dapat menjadi langkah preventif yang paling konkret. Pasalnya, tidak sedikit jenis kanker yang tidak menunjukan gejala pada stadium awal, sehingga dengan melakukan skrining medis seperti pap smear atau mamografi dapat mendeteksi hal tersebut. Dengan deteksi sejak dini, prosedur pengobatan yang dijalani pun biasanya tidak seberat pada stadium lanjut.
Baca Juga: Kelopak Mata Turun: Masalah Estetika Saja atau Tanda Penyakit Serius?
Aksi Nyata Dukung Para Penyintas yang Dapat Dilakukan
Sebagai tenaga kesehatan, tentunya kamu pasti mengetahui atau bahkan pernah melihat betapa pentingnya dukungan mental bagi para penyintas. Berikut adalah sejumlah aksi nyata yang dapat dilakukan perawat untuk memberikan dukungan kepada para penyintas berdasarkan standar keperawatan onkologi.
1. Dukungan Psikososial (Oncology Nursing Society)
Dukungan psikososial ini sangat penting bagi para penyintas kanker karena tidak sedikit dari mereka sering merasa kehilangan identitas diri. Menjadi pendengar yang aktif tanpa menghakimi dapat membantu mereka memproses trauma. Jika dilakukan dengan konsisten, hal ini dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap prosedur pengobatan karena mental mereka stabil.
2. Bantuan Praktis (Practical Support)
Efek samping pengobatan pada kanker seperti cancer-related fatigue atau kelelahan ekstrem menjadikan tugas harian menjadi lebih berat. Dukungan praktis seperti menyiapkan makanan bergizi atau menjaga kebersihan rumah memberikan kesempatan bagi tubuh penyintas untuk fokus pada regenerasi sel.
3. Membangun Lingkungan Suportif
Sebagian besar penyintas kanker tidak percaya diri karena perubahan fisik yang dialaminya. Dukungan seperti perlakukan normal kepada mereka serta melindunginya dari informasi hoaks yang berkaitan dengan medis sangat penting untuk menjaga diri dan martabat para penyintas sebagai manusia.
4. Pendampingan Navigasi Medis
Pendampingan navigasi medis seperti membantu pasien mengelola jadwal minum obat atau mencatat instruksi dokter merupakan dukungan yang sangat penting. Hal itu dikarenakan tidak sedikit pasien yang merasa kewalahan secara kognitif sebagai dampak dari proses pengobatan yang rumit.
Referensi:
World Health Organization(WHO). Cancer. Diakses pada 4 Januari 2026 dari: https://who.int/health-topics/cancer.
World Cancer Day. About Us: History and Campaign Goals. Diakses pada 4 Januari 2026 dari: https://worldcancerday.org.
UICC. Our History and the Charter of Paris. Diakses pada 4 Januari 2026 dari: https://uicc.org
ONS –Oncology Nursing Society. Supportive Care in Oncology Nursing. Diakses pada 4 Januari 2026 dari ons.org.Mayo Clinic. Cancer Prevention: 7 Tips to Reduce Risk.Diakses pada 4 Januari 2026 dari: https://mayoclinic.org.









