Mediaperawat.id – Citra publik keperawatan merupakan representasi persepsi, keyakinan, dan penilaian masyarakat terhadap profesi perawat yang terbentuk melalui pengalaman langsung, representasi media, nilai budaya, serta interaksi sosial yang berlangsung secara terus-menerus. Dalam konteks sistem kesehatan modern, citra publik keperawatan memiliki peran strategis karena memengaruhi daya tarik profesi, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta keberlanjutan tenaga keperawatan.
Citra ini tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan lentur, seiring dengan perubahan tuntutan layanan kesehatan, perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, serta transformasi peran perawat dalam praktik klinik, manajemen, dan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai citra publik keperawatan, termasuk faktor-faktor pendahulu (anteseden) dan dampaknya (konsekuensi), menjadi landasan penting bagi organisasi layanan kesehatan dalam merancang strategi yang efektif untuk memperkuat profesi keperawatan dan mengatasi permasalahan kekurangan tenaga perawat.
Perkembangan sistem pelayanan kesehatan global menunjukkan bahwa perawat tidak lagi hanya berperan sebagai pelaksana instruksi medis, tetapi sebagai profesional otonom yang memiliki tanggung jawab klinis, etis, dan manajerial yang kompleks. Namun, persepsi publik sering kali tertinggal dibandingkan dengan realitas peran profesional tersebut. Penelitian terkini menunjukkan bahwa citra publik keperawatan masih dibayangi oleh stereotip tradisional yang menempatkan perawat sebagai profesi subordinat, berorientasi pada tugas teknis, dan kurang diakui kontribusi intelektual serta kepemimpinannya (Duan et al., 2024).
Baca Juga: Kesejahteraan Perawat Sebagai Fondasi Sistem Kesehatan yang Tangguh
Ketimpangan antara peran aktual dan persepsi publik ini berpotensi melemahkan posisi strategis keperawatan dalam sistem kesehatan serta menghambat pengembangan profesi secara berkelanjutan. Anteseden citra publik keperawatan mencakup berbagai faktor struktural dan kultural yang saling berinteraksi. Pendidikan keperawatan merupakan salah satu faktor utama yang membentuk citra profesional perawat. Kualitas kurikulum, standar kompetensi lulusan, serta kejelasan jenjang karier berkontribusi terhadap persepsi masyarakat tentang tingkat profesionalisme dan keahlian perawat.
Pendidikan keperawatan yang kuat dan berbasis kompetensi klinis, kepemimpinan, serta penelitian akan memperkuat citra perawat sebagai tenaga kesehatan yang berpengetahuan luas dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Sebaliknya, ketidakkonsistenan standar pendidikan dan kurangnya eksposur publik terhadap capaian akademik perawat dapat memperkuat persepsi negatif atau mereduksi citra profesi (Golshan Moghbeli et al., 2025).
Selain pendidikan, representasi media memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk citra publik keperawatan. Media massa dan media digital sering kali menjadi sumber utama informasi masyarakat tentang profesi kesehatan. Gambaran perawat dalam film, televisi, berita, dan media sosial kerap menampilkan perawat dalam peran yang terbatas, emosional, atau stereotipikal, sehingga mengaburkan kompleksitas peran profesional mereka.
Representasi yang tidak seimbang ini berdampak pada pembentukan opini publik, khususnya di kalangan generasi muda yang sedang mempertimbangkan pilihan karier. Penelitian menunjukkan bahwa eksposur media yang menampilkan perawat sebagai pemimpin klinis dan pengambil keputusan dapat meningkatkan persepsi positif terhadap profesi, sementara representasi yang merendahkan atau simplistik justru memperkuat stigma lama (Duan et al., 2024).
Faktor budaya dan nilai sosial juga berperan sebagai anteseden penting dalam pembentukan citra publik keperawatan. Dalam banyak masyarakat, keperawatan masih diasosiasikan dengan peran gender tertentu, khususnya perempuan, yang berfokus pada aspek perawatan dan pengabdian. Asosiasi ini, meskipun mencerminkan nilai empati dan kepedulian, dapat membatasi pengakuan terhadap aspek ilmiah, teknis, dan kepemimpinan profesi keperawatan. Akibatnya, profesi ini kurang menarik bagi kelompok tertentu, seperti laki-laki, dan mengalami tantangan dalam diversifikasi tenaga kerja.
Norma budaya yang tidak mendukung pengakuan profesional perawat secara penuh dapat menghambat upaya peningkatan citra publik secara sistemik (Golshan Moghbeli et al., 2025). Interaksi langsung antara perawat dan pasien juga menjadi faktor penentu dalam pembentukan persepsi publik.
Pengalaman pasien terhadap kualitas komunikasi, empati, kompetensi klinis, dan profesionalisme perawat akan membentuk kesan yang bertahan lama. Interaksi positif dapat meningkatkan kepercayaan dan memperkuat citra perawat sebagai profesional yang andal, sedangkan pengalaman negatif dapat memperkuat persepsi negatif yang kemudian menyebar melalui cerita dari mulut ke mulut atau media sosial. Dengan demikian, praktik keperawatan sehari-hari memiliki implikasi langsung terhadap citra profesi secara luas.
Konsekuensi dari citra publik keperawatan yang kurang positif terlihat jelas dalam fenomena kekurangan tenaga keperawatan yang dialami banyak negara. Persepsi publik yang menempatkan keperawatan sebagai profesi dengan beban kerja tinggi, tingkat stres tinggi, dan penghargaan yang tidak seimbang dapat menurunkan minat generasi muda untuk memasuki pendidikan keperawatan. Kondisi ini memperburuk krisis tenaga keperawatan dan meningkatkan tekanan kerja bagi perawat yang sudah ada, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien (Duan et al., 2024).
Selain itu, citra publik yang negatif berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan retensi perawat. Kurangnya pengakuan sosial dan profesional dapat menurunkan rasa bangga terhadap profesi, meningkatkan kelelahan emosional, dan mendorong perawat untuk meninggalkan tempat kerja atau bahkan profesinya. Sebaliknya, citra publik yang positif berkontribusi pada penguatan identitas profesional, peningkatan motivasi kerja, dan komitmen jangka panjang terhadap profesi keperawatan (Golshan Moghbeli et al., 2025).
Citra publik keperawatan juga memengaruhi hubungan interprofesional dan kepercayaan pasien. Persepsi yang kuat dan positif terhadap perawat dapat meningkatkan kepercayaan pasien terhadap rekomendasi dan tindakan keperawatan, yang pada gilirannya meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan dan hasil kesehatan yang lebih baik.
Dalam konteks tim kesehatan, citra profesional yang diakui memperkuat posisi perawat dalam pengambilan keputusan klinis dan kolaborasi lintas profesi, sehingga mendukung pendekatan perawatan yang holistik dan berpusat pada pasien.
Baca Juga: Peran Dukungan Psikologis dan Edukatif Perawat sebagai Pengantar dan Pelengkap Psikoterapi
Mengingat dinamika tersebut, intervensi yang terarah dalam praktik, manajemen, dan pendidikan keperawatan menjadi krusial untuk mentransformasi citra publik keperawatan. Organisasi layanan kesehatan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung profesionalisme, memberikan pengakuan yang adil, serta memfasilitasi pengembangan karier perawat.
Di sisi lain, institusi pendidikan perlu menekankan pembentukan identitas profesional dan kemampuan kepemimpinan sejak dini. Upaya kolektif ini, didukung oleh keterlibatan aktif media dan kebijakan publik yang berpihak pada penguatan profesi, dapat menciptakan citra publik keperawatan yang lebih akurat, positif, dan berkelanjutan.
Dengan mengidentifikasi anteseden dan konsekuensi citra publik keperawatan secara komprehensif, organisasi layanan kesehatan dapat mengadopsi strategi berbasis bukti untuk meningkatkan daya tarik profesi, mengurangi kekurangan tenaga keperawatan, dan mempromosikan pengembangan keperawatan sebagai profesi ilmiah dan humanistik yang esensial bagi keberlanjutan sistem kesehatan.
Transformasi citra publik keperawatan bukan hanya kebutuhan simbolik, tetapi merupakan investasi strategis bagi masa depan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.
Referensi:
Duan, Y., Feng, X., & Xiao, H. (2024). Public image of nursing in modern society: An evolving concept analysis. Nursing Open, 11(2), e7001.
Golshan Moghbeli, M., Gardashkhani, S., & Soheili, A. (2025). Public image of nursing: An integrative review of challenges and solutions. BMC Nursing, 24(45), 1–12.









