banner 728x250

Kelopak Mata Turun: Masalah Estetika Saja atau Tanda Penyakit Serius?

Kelopak Mata Turun_Ptosis

Mediaperawat.id – Pernahkah Anda melihat seseorang dengan kelopak mata yang tampak turun? atau Anda mengalaminya sendiri? Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi gejala dari penyakit serius. Kelopak mata turun dalam dunia medis disebut dengan ptosis yang dapat berpengaruh pada fungsi penglihatan dan gangguan fungsi tubuh lainnya. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.

Mengenal Ptosis

Ptosis merupakan kondisi di mana kelopak mata bagian atas tampak turun/kendur yang dapat muncul dan hilang bahkan bisa bertahan secara permanen. Kelopak mata yang turun pada salah satu mata disebut dengan ptosis unilateral, sedangkan jika terjadi pada kedua mata disebut dengan ptosis bilateral.

Terdapat dua jenis ptosis yang perlu diketahui yaitu kelopak mata turun yang muncul sejak lahir (ptosis kongenital) dan kondisi yang berkembang di kemudian hari sebagai acquired ptosis pada orang dewasa. Semakin kelopak mata turun menutupi pupil, maka semakin luas menghalangi penglihatan seseorang. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini akan sembuh, baik secara alami maupun melalui intervensi medis.

Penyebab Ptosis

Secara umum, ptosis dapat disebabkan oleh kondisi fisiologis yaitu perubahan fungsi tubuh yang normal dan kondisi patologis yang terjadi karena kondisi medis atau penyakit tertentu. Penyebab ptosis pada anak dan dewasa pun akan berbeda sesuai dengan kondisi yang terjadi. Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Ptosis Pada Anak

Otot levator menjadi penyebab paling umum pada anak atau disebut juga dengan ptosis kongenital. Otot tersebut terletak di rongga mata yang berfungsi mengangkat dan membuka kelopak mata atas. Jika tidak berkembang dengan baik maka kelopak mata akan turun. Berikut ini beberapa penyebab ptosis yang dapat terjadi pada anak.

  1. Anak dengan masalah pada otak atau saraf seperti kelumpuhan saraf kranial ketiga (untuk akomodasi kelopak mata) yang menyebabkan kelemahan otot.
  2. Anak yang lahir dengan otot pada kelopak mata lemah (ptosis kongenital).
  3. Anak yang mengalami cedera atau cacat lahir.

Penyebab Ptosis Orang Dewasa

Orang dewasa biasanya mengalami ptosis karena proses penuaan dan perkembangan dari suatu penyakit tertentu. Berikut ini beberapa penyebab ptosis yang dapat terjadi pada orang dewasa.

  1. Usia yang mengakibatkan otot melemah seiring waktu.
  2. Kondisi medis tertentu seperti cedera saraf atau bintik mata sementara.
  3. Operasi LASIK atau operasi katarak rutin mengakibatkan peregangan otot atau tendon (jarang terjadi).
  4. Kondisi serius seperti stroke, tumor otak, atau kanker saraf atau otot.

Gejala Ptosis

Ptosis dapat ditandai dengan kendurnya salah satu atau kedua kelopak mata bahkan mengakibatkan mata tidak terlihat. Simak gejala ptosis  selengkapnya berikut ini.

Gejala Ptosis pada Anak

Anak dengan ptosis akan mengalami gejala yang berbeda sesuai dengan usia perkembangannya. Berikut ini gejala umum yang mungkin terjadi.

  1. Mengangkat alis untuk menaikkan kelopak mata.
  2. Menengadahkan kepala untuk melihat lebih baik.
  3. Mengatakan kesulitan untuk melihat.
  4. Menabrak benda yang tergantung di atas kepala,
  5. Merangkak atau berjalan lebih lambat daripada kebanyakan anak.
  6. Anak-anak sering memiliki gejala terkait mata lainnya seperti mata yang tidak sejajar, rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatisme, penglihatan ganda, kabur, atau terdistorsi, ketegangan mata, sakit kepala, atau pusing.

Gejala Ptosis pada Orang Dewasa 

Gejala utama kelopak mata yang kendur adalah salah satu atau kedua kelopak mata atas melorot yang memengaruhi penglihatan. Namun, banyak orang mengalami kelopak mata yang kendur hampir tidak terlihat atau tidak terjadi sepanjang waktu. Gejala yang mungkin muncul yaitu:

  1. Mata yang sangat kering atau berair.
  2. Wajah terlihat lelah atau lesu.
  3. Nyeri pada area mata.

Baca Juga: Sejumlah Kelainan pada Sistem Gerak Manusia, Perawat Harus Tahu

Apakah Ptosis Tanda Penyakit Serius?

Banyak orang menganggap turunnya kelopak mata bagian atas sebagai masalah estetika. Namun demikian, kondisi ini juga dapat menjadi sebuah indikasi gangguan fungsi tubuh. Klasifikasi ptosis berikut disajikan berdasarkan penyebabnya.

  1. Ptosis Aponeurotik/Involusional

Ptosis aponeurotik biasanya terjadi pada orang dewasa. Namun, dapat terjadi juga pada individu muda akibat trauma, pembengkakan kelopak mata, operasi mata, atau penggunaan lensa kontak yang lama. Selain itu, perubahan generatif terutama perubahan pada struktur aponeurosis levator akibat penuaan atau peregangan jaringan mengakibatkan ptosis aponeurotik.

  1. Ptosis Neurogenik

Terjadi karena berbagai kondisi yang mengganggu sistem saraf pada otot levator atau otot muller seperti miastenia gravis. Jenis yang paling sering ditemui yaitu kelumpuhan saraf kranial ketiga dan sindrom horner. Beberapa kasus menunjukkan kelopak mata yang kendur disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti stroke, tumor otak, atau kanker saraf atau otot.

  1. Ptosis Miogenik

Muncul karena adanya kelainan pada otot levator. Gejalanya biasanya disertai dengan keterbatasan gerakan ekstraokuler dan ekspresi wajah.

  1. Ptosis mekanik

Terjadi karena tumor yang mengakibatkan peningkatan beban pada kelopak mata, jaringan parut atau pembentukan jaringan parut pada konjungtiva, dan blepharochalasis.

  1. Ptosis Traumatik

Terjadi akibat trauma langsung atau tidak langsung pada otot levator yang dapat segera diperbaiki. Namun, ptosis akibat trauma tumpul dapat sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Jika tidak membaik setelah 6 bulan dapat diperbaiki melalui pembedahan.

Ptosis tidak selalu menandakan penyakit serius karena dapat terjadi akibat perubahan fisiologis seperti penuaan atau proses degeneratif. Namun, pada kondisi tertentu ptosis dapat menjadi tanda patologis yang menandakan adanya gangguan saraf, otot, trauma, atau massa.

Pemeriksaan perlu dilakukan pada spesialis mata (oftalmolog) yang akan memeriksa penglihatan, melakukan pengukuran mata khusus, dan mencari pembengkakan yang mungkin menekan kelopak mata ke bawah. Jika diperlukan, spesialis otak dan saraf (neurolog) akan memeriksa darah, saraf, dan otot untuk memeriksa masalah lain.

Bagaimana Ptosis Didiagnosis?

Pemeriksaan mata yang dilakukan untuk mendiagnosis ptosis dimulai dari pemeriksaan fisik dan pertanyaan seputar riwayat medis termasuk seberapa sering kelopak mata kendur dan lamanya hal ini terjadi. Setelah itu, pengukuran tinggi kelopak mata dan kemampuan mengangkat kelopak mata. 

Pemeriksaan slit lamp (lampu celah) yang dilakukan untuk melihat mata lebih dekat dengan bantuan cahaya intensitas tinggi. Sebelumnya, mata akan dilebarkan terlebih dahulu, yang membuat sedikit ketidaknyamanan. Tes lainnya yang jarang dilakukan adalah tensilon di mana dokter menyuntikkan obat ke salah satu pembuluh darah untuk menilai kekuatan otot dan membantu dalam menentukan penyebab  kelopak mata yang kendur karena miastenia gravis.

Pengobatan Ptosis

Pengobatan kelopak mata yang turun bergantung pada penyebab, keparahan, usia, gejala dan kondisi medis lainnya. Jika disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, maka pengobatan dilakukan untuk kondisi tersebut. Selain itu, jika penyebabnya adalah usia atau bawaan lahir, dokter mungkin menjelaskan bahwa tidak perlu dilakukan apapun karena biasanya tidak membahayakan. Beberapa pengobatan lainnya sebagai berikut.

  1. Operasi

Operasi dilakukan dengan prosedur untuk mengencangkan otot-otot yang mengangkat kelopak mata ke posisi yang diinginkan. Untuk anak-anak, dokter merekomendasikan operasi untuk mencegah timbulnya mata malas (amblyopia).

Terdapat risiko dari prosedur operasi seperti mata kering, kornea tergores, dan hematoma (kumpulan darah). Alternatif lainnya untuk ptosis kongenital yaitu operasi sling (penggunaan otot dahi untuk mengangkat kelopak mata).

  1. Obat Tetes Mata

Upneeq merupakan obat tetes mata yang mengandung oxymetazoline hydrochloride untuk pengobatan ptosis.

  1. Penutup Mata

Penutup ditempelkan pada mata yang tidak mengalami kekenduran kelopak mata sehingga dapat melatih akomodasi otot pada mata yang lebih lemah karena harus mengambil alih.

  1. Kacamata Khusus

Kacamata ini disebut penyangga ptosis dengan menahan kelopak mata dan bersifat sementara. Kacamata khusus ini biasanya direkomendasikan pada kandidat yang tidak dianjurkan untuk operasi.

Kondisi Jangka Panjang Penyintas Ptosis

Pada dasarnya, kelopak mata yang kendur tidak membahayakan kesehatan. Akan tetapi, kondisi ini akan menghalangi pandangan sehingga disarankan untuk tidak mengemudi karena akan memengaruhi keselamatan.

Dampak jangka panjang tergantung pada penyebabnya, sebagian besar kasus menunjukkan kondisi kelopak mata turun hanya masalah estetika saja. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi tersebut merupakan tanda dari suatu penyakit. Oleh karena itu, perlu adanya konsultasi dengan dokter untuk memastikan gejala yang dialami melalui beberapa pemeriksaan.

Berdasarkan penjelasan di atas, kelopak mata bagian atas yang turun dapat terjadi sejak lahir maupun saat usia dewasa. Ptosis tidak selalu menandakan gangguan kesehatan yang serius, namun tetap perlu diwaspadai dengan memperhatikan penyebabnya. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan mata secara khusus untuk memastikan penyebab ptosis yang dialami serta mencegah terjadinya komplikasi. Ikuti dan pantau terus Media Perawat indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.

Referensi

Healthline. (2025). Ptosis: Droopy eyelid causes, symptoms, and treatment. Healthline. Diakses pada 21 Januari 2026 dari https://www.healthline.com/health/eyelid-drooping

Galván Molina, J., Barmettler, A., Yen, M. T., Ines, A., Marcet, M. M., & Burkat, C. N. (2025). Aponeurotic ptosis. EyeWiki.Diakses pada 21 Januari 2026 dari  https://eyewiki.org/Aponeurotic_Ptosis

Koka, K., & Patel, B. C. (2025). Ptosis correction. In StatPearls. StatPearls Publishing. National Library of Medicine. Diakses pada 21 Januari 2026 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539828/

Nemours KidsHealth. (2023). Ptosis. KidsHealth (Parents). Diakses pada 21 Januari 2026 dari https://kidshealth.org/en/parents/ptosis.html

Lions Eye Institute. (n.d.). Ptosis (droopy eyelid) – symptoms, causes & treatment. Diakses pada 21 Januari 2026 dari https://www.lei.org.au/services/eye-health-information/ptosis/

Admin: puspamadyaWriter: Puspa Madya NurhudaEditor: Dadan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *