banner 728x250

Sekilas Terlihat Sama Padahal Berbeda, Ini Dia Kegiatan Manajerial Perawat dalam Praktik Klinis

Kegiatan Manajerial Perawat dalam Praktik Klinis

Mediaperawat.id – Perawat memiliki peran penting dalam memberikan perawatan yang menyeluruh kepada pasien, mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Dalam memberikan pelayanan yang optimal,  komunikasi antar perawat maupun tenaga kesehatan lain penting untuk diperhatikan. Komunikasi yang terstruktur akan mendukung keberlanjutan asuhan dan mencegah risiko kesalahan dalam pemberian pelayanan. 

Dalam praktik klinis, terdapat sistem manajemen dan koordinasi keperawatan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari standar keperawatan. Sistem ini meliputi berbagai kegiatan seperti supervisi, handover, ronde keperawatan, pre dan post conference serta discharge planning. Kegiatan tersebut sangat penting dalam memastikan asuhan keperawatan berjalan secara sistematis dan berkesinambungan.

Sekilas, kegiatan-kegiatan tersebut tampak serupa karena melibatkan diskusi dan koordinasi tim. Namun, masing-masing memiliki fungsi, tujuan, serta waktu pelaksanaan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi perawat untuk memahami perbedaan dan inti dari setiap kegiatan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Gambaran Umum Kegiatan Perawat dalam Praktik Klinis

Perawat memiliki kewajiban pada pelayanan langsung kepada pasien. Akan tetapi, terdapat berbagai kegiatan manajerial yang harus dilaksanakan oleh perawat. Berikut ini beberapa kegiatan yang dilakukan perawat selama memberikan asuhan keperawatan, sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga mutu dan keselamatan pasien dengan memberikan pelayanan yang optimal.

Supervisi Keperawatan

Supervisi merupakan kegiatan pembelajaran dan program dukungan dari atasan dalam hal ini kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana yang harus dilakukan secara terjadwal. Kegiatan ini berfokus pada praktik keperawatan, termasuk sikap dan tanggung jawab seorang perawat. Tujuan dari supervisi yaitu untuk pengawasan, pembinaan dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan. 

Handover (Timbang Terima)

Handover merupakan proses penyerahan informasi mengenai kondisi terkini pasien termasuk pengobatan, rencana perawatan dan prioritas pelayanan. Tujuannya untuk mempertahankan keselamatan pasien dengan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Handover dilaksanakan setiap pergantian jadwal shift yaitu dari perawat yang berdinas sebelumnya kepada perawat pada shift berikutnya.

Jika handover tidak dilakukan dengan benar, risiko terjadinya kesalahan pemberian pelayanan mungkin terjadi. Oleh karena itu, handover harus dilakukan secara rinci dan sistematis agar seluruh informasi mengenai kondisi dan perencanaan perawatan untuk pasien tersampaikan dengan baik.

Ronde Keperawatan

Ronde keperawatan merupakan proses diskusi mengenai masalah yang dialami oleh pasien untuk diatasi dengan melibatkan pasien itu sendiri dengan tenaga kesehatan yang lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada pasien dengan diagnosis langka dan masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan tindakan asuhan keperawatan.

Pelaksanaan ronde keperawatan berkaitan dengan kemampuan kepemimpinan kepala ruangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dalam memberikan arahan yang jelas, mengarahkan komunikasi secara langsung, serta menetapkan prioritas asuhan di lapangan.

Pre dan Post Conference

Pre conference merupakan proses diskusi tentang aspek klinik yang dilakukan sebelum implementasi asuhan keperawatan pada pasien. Kegiatan ini mencakup komunikasi antara ketua tim dengan perawat pelaksana setelah timbang terima selesai untuk membahas rencana kegiatan termasuk pembagian tugas pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau kepala ruangan.

Post conference adalah komunikasi antara ketua tim dengan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan yang telah dilakukan selama shift yang dilakukan sebelum timbang terima pada shift berikutnya sebagai bahan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan asuhan keperawatan dan setiap hal penting yang harus disampaikan pada shift selanjutnya. 

Pre dan post conference menjadi proses membangun komunikasi yang terbuka, pemberian arahan dan memastikan setiap anggota tim memahami tujuan dan standar pelayanan. Oleh karena itu, kegiatan ini harus berjalan secara konsisten untuk memperkuat kesinambungan mutu asuhan keperawatan dan menurunkan risiko asuhan keperawatan yang tidak terselesaikan (unfinished nursing care).

Discharge Planning

Discharge planning disebut juga dengan persiapan pasien pulang. Kegiatan ini dilakukan untuk memaksimalkan keberlanjutan perawatan saat dirawat dan setelah pasien pulang pada proses pemulihan termasuk perencanaan untuk kebutuhan kontrol ulang dengan tujuan untuk memberikan kemudahan pengawasan kesehatan klien. Discharge planning penting dilakukan untuk menyampaikan informasi yang diperlukan pasien dan keluarga seperti dosis obat dan jadwal minum obat, pola hidup serta perawatan di rumah.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jabatan, Temukan Kembali Jati Diri Perawat dengan Person-Centred Leadership

Komunikasi yang efektif memiliki peran krusial bagi seorang perawat untuk mencegah kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien. Kegiatan praktik klinis yang dilakukan dengan komunikasi yang terbuka, menyeluruh dan jelas dapat memberikan perawatan sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga dapat meningkatkan  kepuasan pasien dan mutu pelayanan.

Dengan demikian, perawat harus mengetahui fungsi dan melaksanakan dengan baik setiap kegiatan pada praktik klinis mulai dari supervisi, handover, pre dan post conference, ronde keperawatan serta discharge planning untuk menciptakan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Ikuti dan pantau terus Media Perawat indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.

Referensi

Agritubella, S. M., Lombogia, M., Ainurrahmah, Y., Alow, G. B. H., Amin, S., Suci, W. P., Yusnilawati, …, & Tuju, S. O. (2024). Bunga rampai manajemen keperawatan. PT Media Pustaka Indo. ISBN 978-623-8422-87-6

Ariga, R. A., Aampun, P. T. A., Girsang, B. M., Jaya, I., Edianto, Ariga, F. A. (2025). The Ward Manager’s Role on Nursing Care Performance. TEM Journal. 14(4). https://doi.org/10.18421/TEM144-21

Ayu, N. W. D., & Kep, M. (2022). Supervisi keperawatan (dilengkapi dengan hasil penelitian dan pelatihan tentang supervisi klinik keperawatan). Lovrinz Publishing.

Handayani, I. S. (2024). Manajemen keperawatan. CV. Media Sains Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *