Mediaperawat.id – Kamu sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah keperawatan? Tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah OSCE bukan? Bagi calon perawat, OSCE atau Objective Structured Clinical Examination sangat penting untuk mengasah kemampuan analisis dan keterampilan klinis. OSCE adalah teknik ujian yang menggunakan sistem rotasi station (putaran stasiun) dengan skenario simulasi kasus nyata untuk menjadi perawat profesional.
OSCE biasanya dilakukan pada setiap akhir semester sebagai ujian praktik mata kuliah keperawatan. Selain itu, OSCE dilakukan ketika uji kompetensi nasional untuk calon perawat dan pada saat proses seleksi pekerjaan perawat di berbagai rumah sakit. Terdapat beberapa langkah yang harus dipersiapkan agar mendapatkan hasil ujian yang diharapkan dan memperoleh kelulusan OSCE. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.
Seluk Beluk Ujian OSCE Keperawatan
Ujian OSCE pertama kali diperkenalkan oleh Ronald Harden di University of Dundee pada tahun 1975 sebagai alternatif dan solusi dari kelemahan metode ujian klinis tradisional yang dinilai kurang objektif dan tidak memiliki standar. OSCE dirancang dalam bentuk stasiun-stasiun terstruktur dengan kriteria penilaian yang jelas untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas dalam mengukur kompetensi klinis mahasiswa.
Saat ini, OSCE berkembang sebagai metode ujian yang penting dalam dunia pendidikan bagi calon tenaga kesehatan terutama perawat untuk menilai keterampilan klinis yang diterapkan dalam ujian formatif maupun sumatif, termasuk ujian berisiko tinggi. Penggunaannya menggambarkan perubahan menuju penilaian berbasis performa yang lebih objektif dan sistematis.
Langkah-Langkah Menyiapkan Diri Agar Lulus OSCE
Sebelum melakukan OSCE, terdapat hal-hal yang harus dipersiapkan agar ujian berjalan secara efektif. Memahami struktur ujian adalah salah satu hal terpenting karena OSCE terdiri dari beberapa stasiun yang dirancang untuk menilai keterampilan dan kompetensi klinis tertentu. Stasiun-stasiun ini mencakup simulasi interaksi antara perawat dengan pasien, studi kasus, atau demonstrasi suatu prosedur. Berikut ini strategi yang dapat dilakukan dalam menghadapi OSCE.
1. Pahami Persyaratan Ujian
Perhatikan format yang digunakan dalam ujian seperti jumlah stasiun, jenis tugas dan sistem penilaiannya untuk menyesuaikan strategi selama ujian. Pelajari kriteria penilaian, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun profesionalisme.
2. Kuasai Keterampilan Utama
Pelajari kembali keterampilan klinik dasar yang harus dikuasai dengan menggunakan daftar periksa (checklist) untuk setiap keterampilan agar langkah-langkahnya tidak terlewat. Selain itu, ikuti simulasi OSCE dan latihan bermain peran bersama teman atau pembimbing untuk membiasakan diri dengan format ujian dan mendapatkan umpan balik yang membangun.
3. Tingkatkan Pengetahuan Klinis
Belajar dengan metode studi kasus dapat meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis, meningkatkan fokus pada suatu kondisi kegawatdaruratan. Gunakan buku, video, panduan institusi dan media digital pada sumber terpercaya sebagai bahan belajar untuk pembelajaran. Tinjau kembali skenario OSCE sebelumnya untuk memberikan gambaran tentang jenis pertanyaan, kasus dan situasi yang mungkin muncul.
4. Susun Rencana Belajar
OSCE yang berhasil memerlukan proses belajar yang sistematis. Oleh karena itu, tetapkanlah jadwal belajar yang terstruktur, bagi materi menjadi bagian-bagian kecil dapat membantu proses belajar lebih efektif.
5. Kembangkan Keterampilan Berkomunikasi
Latihan komunikasi dapat dilakukan dengan teman dengan roleplay interaksi terapeutik antara perawat dan pasien dalam mendiskusikan rencana pengobatan. Kuasai teknik mendengarkan aktif untuk memahami kebutuhan pasien dan gunakan bahasa tubuh untuk membangun hubungan saling percaya. Kamu juga bisa berlatih dengan merekam diri sendiri dan mengevaluasi kekurangan yang ada untuk meningkatkan kelancaran dalam berbicara atau berkomunikasi.
6. Kuasai Kemampuan Pengambilan Keputusan Klinis
Kemampuan menganalisis data pasien dan merumuskan diagnosis keperawatan yang akurat sangat penting dalam memberikan asuhan berbasis bukti. Kuasai kemampuan memprioritaskan tindakan dan merancang intervensi yang sesuai, serta mengenali dan menangani kemungkinan komplikasi.
7. Manajemen Waktu
OSCE dilakukan dengan waktu terbatas untuk melakukan suatu prosedur tertentu pada setiap stasiunnya. Oleh karena itu, latihan dengan batas waktu sangat penting untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan tugas sesuai dengan durasi yang telah ditentukan.
8. Manajemen Stres
Konsumsilah makanan bergizi seimbang, lakukan aktivitas ringan atau berolahraga, tidur yang cukup dan lakukan teknik relaksasi untuk mengurangi rasa stress menjelang ujian.
Hal terpenting dalam mempersiapkan OSCE adalah latihan, latihan dan latihan untuk membiasakan diri dengan situasi ujian. Tetap tenang pada saat pelaksanaan ujian tidak boleh dilupakan untuk kelancaran dalam menyelesaikan tugas setiap stasiun pada ujian OSCE. Terapkan afirmasi positif untuk memperoleh keberhasilan ujian.
Baca Juga: Upgrade Nursing Skills: 6 Situs Website Gratis untuk Meningkatkan Keahlian Keperawatan
Apa Saja yang Sering Muncul Saat Ujian OSCE?
Bentuk tugas yang diberikan pada setiap stasiun OSCE biasanya berbeda. Umumnya meliputi penilaian kasus (case assessment), keterampilan klinis (clinical skills), komunikasi (communication) dan skenario kegawatdaruratan (emergency scenarios). Berikut ini beberapa gambaran ujian OSCE.
1. Pengkajian Kasus (Case Assessment)
Biasanya tugas OSCE yang bersifat pengkajian meliputi penilaian keluhan utama dan riwayat penyakit pasien. Selain itu, pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, frekuensi nadi dan pernapasan, kadar saturasi oksigen serta suhu tubuh. Pemeriksaan fisik juga mungkin diminta secara head to toe atau sistematis sesuai sistem tubuh seperti pemeriksaan sistem respirasi, kardiovaskular dan sebagainya.
Selain itu, biasanya peserta diminta untuk menegakkan diagnosis keperawatan sesuai dengan hasil anamnesis tersebut, menyusun rencana keperawatan dan menerapkan evaluasi yang diharapkan. Penilaian berfokus pada kesesuaian antara hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik dengan diagnosis yang ditentukan, rencana dan evaluasi keperawatannya.
2. Keterampilan Klinis (Clinical Skills)
Terdapat stasiun OSCE yang biasanya meminta peserta ujian untuk melakukan suatu keterampilan klinis seperti pemasangan IV line/infus, perawatan luka, pemberian obat sesuai dosis yang diminta, pemasangan kateter urine, pemeriksaan EKG, dokumentasi keperawatan dan keterampilan klinis lainnya. Keterampilan klinis tersebut dinilai berdasarkan kesesuaian langkah-langkah yang dilakukan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
3. Komunikasi (Communication)
Peserta ujian OSCE akan menemui stasiun yang berfokus pada penilaian komunikasi antar perawat dengan pasien. Biasanya, tugas yang diminta berupa penjelasan suatu prosedur kepada pasien, pemberian edukasi kesehatan sesuai kondisi pasien, sikap terhadap pasien yang cemas dan marah serta komunikasi dengan metode SBAR (situation, background, assessment, recommendation) bersama tenaga kesehatan lainnya. Penilaian berfokus pada interaksi perawat dalam menerapkan teknik komunikasi terapeutik kepada pasien.
4. Skenario Kegawatdaruratan (Emergency Scenarios)
Pada stasiun kegawatdaruratan, peserta ujian OSCE biasanya harus melakukan tugas berupa penanganan pasien yang mengalami perburukan kondisi, resusitasi jantung paru (RJP) dan manajemen jalan napas serta oksigenasi
5. Profesionalisme dan Etika
Biasanya penilaian OSCE pada stasiun yang menguji profesionalisme dan etika mengacu pada tata cara informed consent, keselamatan pasien, menjaga kerahasiaan data pasien dan praktik kode etik keperawatan lainnya.
Demikian penjelasan mengenai OSCE perawat mulai dari langkah-langkah atau strategi menuju OSCE dan gambaran tugas OSCE yang sering muncul sebagai bentuk persiapan diri. Dengan belajar yang berfokus pada sistem OSCE serta latihan yang konsisten akan memberikan peluang kelulusan OSCE yang lebih besar. Oleh karena itu, teruslah berlatih dan semoga sukses!
Ikuti dan pantau terus Media Perawat indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.
Referensi
Career Grids. (2025). Mastering the OSCE: Essential Tips and Strategies for Success. Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://careergrids.com/mastering-the-osce-essential-tips-and-strategies-for-success-2/Khan,
K. Z., Ramachandran, S., Gaunt, K., & Pushkar, P. (2013). The Objective Structured Clinical Examination (OSCE): AMEE Guide No. 81. Part I: an historical and theoretical perspective. Medical teacher, 35(9), e1437–e1446. DOI: https://doi.org/10.3109/0142159X.2013.818634
Mentor Merlin. (2024). 8 Tips to get success in NMC OSCE examination.Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://blog.mentormerlin.com/nmc-osce-examination/
New Zealand Skills Connect. (2025). OSCE Exam for Nurses: A Complete Guide to 2025Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://nzsc.ac.nz/osce-exam-for-nurses-a-complete-guide-to-2025/
Safesurecare. (2025). Top OSCE preparation tips for international nurses in London.Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://www.safesurecare.co.uk/blog/top-osce-preparation-tips-for-international-nurses-in-london/
Queen’s University Belfast. (2024). How to Prepare for and Ace Your OSCE as a Pre-Clinical Student! Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://www.qub.ac.uk/student-blog/studying-courses/prepare-osce-preclinical-student.html









