banner 728x250

Alat Ukur Tingkat Stres

Photo/ Freepik.com

Alat ukur tingkat stres adalah kuesioner dengan sistem scoring yang akan diisi oleh responden dalam suatu penelitian. Ada beberapa kuesioner yang sering dipakai untuk mengetahui tingkat stres pada mahasiswa antara lain:

1. Kessler Psychological Distress Scale

Kessler Psychological Distress Scale terdiri dari 10 pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan skor 1 untuk jawaban dimana responden tidak pernah mengalami stres, 2 untuk jawaban dimana responden jarang mengalami stres, 3 untuk jawaban dimana responden Universitas Sumatera Utara kadang-kadang mengalami stres, 4 untuk jawaban dimana responden sering mengalami stres, dan 5 untuk jawaban dimana responden selalu mengalami stres dalam 30 hari terakhir. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala ordinal. Tingkat stres dikategorikan sebagai berikut:
a. Skor di bawah 20 : tidak mengalami stres
b. Skor 20-24 : stres ringan
c. Skor 25-29 : stres sedang
d. Skor 30 dan di atas 30 : stres berat

2. Perceived Stress Scale (PSS-10) 

merupakan self report questionnaire yang
terdiri dari 10 pertanyaan dan dapat mengevaluasi tingkat stres beberapa bulan yang lalu dalam kehidupan subjek penelitian. Skor PSS diperoleh dengan reversing responses (sebagai contoh, 0=4, 1=3, 2=2, 3=1, 4=0) terhadap empat soal yang bersifat positif (pertanyaan 4, 5, 7 & 8) dan menjumlahkan skor jawaban masing-masing. Soal dalam Perceived Stress Scale ini akan menanyakan tentang perasaan dan pikiran responden dalam satu bulan terakhir ini. Anda akan diminta untuk mengindikasikan seberapa sering perasaan ataupun pikiran dengan membulatkan jawaban atas pertanyaan.

BACA JUGA : Pemeriksaan Fisik Pasien Curiga Apendisitis

1) Tidak pernah diberi skor 0
2) Hampir tidak pernah diberi skor 1
3) Kadang-kadang diberi skor 2
4) Cukup sering skor 3
5) Sangat sering diberi skor 4 

Semua penilaian diakumulasikan, kemudian disesuaikan dengan tingkatan
stres sebagai berikut:
– Stres ringan (total skor 1-14)
– Stres sedang (total skor 15-26)
– Stres berat (total skor >26) 

3. Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 

DASS adalah set dari 3 skala self-report yang dirancang untuk mengukur
keadaan emosional dari depresi, kecemasan, dan stres. Dass dibua bukan
hanya sebagai skala biasa untuk mengukur kondisi emosional secara
konvensional, tetapi juga lebih jauh sebagai proses untuk mengidentifikasi,
mengerti, dan mengukur keadaan emosional secara klinis yang sedang
dialami, yang biasanya disebut sebagai depresi, kecemasan, dan stres. 

Tiap-tiap dari 3 skala DASS memiliki 14 hal, dibagi menjadi 2-5 subskala
dengan isi yang sama. Skala depresi melihat adanya disforia, keputusasaan,
devaluasi hidup, celaan diri sendiri, kurangnya minat / keikutsertaan,
anhedonia, dan inersia. Skala kecemasan melihat adanya gairah otonom, efek otot lurik, kecemasan situasional, dan pengalaman subjektif dari pengaruh kecemasan. Skala stres sensitive terhadap tingkatan dari gairah kronik non spesifik. Skala tersebut melihat adanya kesulitan relaks, gairah saraf, dan mudah menjadi sedih / agitasi, iritabel / over-reaktif, dan tidak sabaran. Subjek diminta untuk mengisi 4 poin dari skala keparahan / frekuensi untuk menilai apakah mereka pernah mengalami tiap keadaan tersebut selama minggu-minggu terakhir. Skor untuk depresi, kecemasan, dan stres dihitung dengan menjumlahkan skor-skor dari hal-hal relevan tersebut. 

Source : Winadi Yoyada Dwi Putra, “Perbedaan Tingkat Stres Dan Insomnia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Yang Berasal Dari Semarang Dan Non Semarang,”

BACA JUGA : Prospek Perawat Kesehatan Jiwa di Indonesia dan Cara Menjadi Perawat Kesehatan Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *