Opini  

Apa Saja Spesialis Keperawatan di Indonesia? Dimana Kampusnya?

Photo/Freepik.com

Mediaperawat.id – Seringkali melihat perawat khusus dalam suatu bidang di film atau drama korea? Nah seperti dokter, pendidikan perawat tak hanya sampai sarjana namun juga bisa memiliki gelar spesialis.  Sebelumnya kita cari tau tahapan apa yang dilalui sebelum memasuki jenjang spesialis keperawatan :

  1. Pendidikan jenjang Diploma Tiga keperawatan lulusannya mendapat sebutan Ahli Madya Keperawatan (AMD.Kep)
  2. Pendidikan jenjang Ners (Nurse) yaitu (Sarjana+Profesi), lulusannya mendapat sebutan Ners(Nurse),sebutan gelarnya (Ns)
  3. Pendidikan jenjang Magister Keperawatan, Lulusannya mendapat gelar (M.Kep)

Selanjutnya, masuk ke spesialis keperawatan. Nah, apa saja spesialis keperawatan? Dimana kampus dan universitas yang menyediakan prodi tersebut? Yuk kita simak!

1. Spesialis Keperawatan Anak

Untuk memperoleh gelar “Sp.Kep.Anak”, mahasiswa harus menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Kemudian melanjutkan ke tahap pendidikan spesialis ini ditempuh dalam 2 semester dan maksimal 3 semester. Sehingga nanti akan memperoleh gelar profesi Ners Spesialis Keperawatan Anak (Sp.Kep.An.). Spesialis ini sangat cocok untuk kalian yang suka dengan anak – anak! Biasanya akan berpusat pada keluarga dan upaya pencegahan trauma pada anak. Mata kuliah yang ditempuh meliputi keperawatan anak di pelayanan primer, keperawatan neonatus, keperawatan anak kondisi akut, keperawatan anak kondisi kronis dan akhir kehidupan, keperawatan anak kondisi gawat darurat dan kritis, keperawatan anak spesialistik, karya ilmiah akhir ners spesialis keperawatan anak.

Contoh universitas yang menyelenggarakan program ini :

  • Universitas Indonesia

2. Spesialis Keperawatan Jiwa

Gelar “Sp.Kep.J” dapat diperoleh dengan menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Kemudian melanjutkan ke tahap pendidikan spesialis ini ditempuh dalam 2 semester dan maksimal 3 semester. Spesialis keperawatan jiwa nantinya akan berkolaborasi juga dengan psikiater dan psikolog klinis. Mata kuliah yang ditempuh meliputi keperawatan jiwa pada perkembangan psikososial, keperawatan jiwa pada masalah psikososial, keperawatan jiwa pada gangguan jiwa, kepemimpinan dan manajemen pelayanan keperawatan jiwa, keperawatan jiwa spesialistik dan karya ilmiah akhir spesialis keperawatan jiwa. Wah cocok banget nih untuk yang punya kemauan membantu kesehatan mental bangsa! Contoh universitas yang menyelenggarakan program ini :

  • Universitas Indonesia

Baca Juga : Daftar Sekolah Perawat Yang Terakreditasi LAM-PTKes Terbaik A-B di Indonesia

3. Spesialis Keperawatan Komunitas

Gelar “Sp.Kep.Kom” dapat diperoleh dengan menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Kemudian melanjutkan ke tahap pendidikan spesialis ini ditempuh dalam 2 semester dan maksimal 3 semester. Spesialis keperawatan komunitas nantinya tidak hanya akan berfokus pada individu, namun juga keluarga, kelompok sampai komunitas. Mata kuliah yang ditempuh meliputi keperawatan komunitas spesialistik, keperawatan keluarga spesialistik, promosi kesehatan pada area khusus, manajemen program pelayanan kesehatan komunitas, inovasi dalam keperawatan komunitas, manajemen pelayanan keperawatan komunitas, karya ilmiah akhir spesialis keperawatan komunitas. Wah cocok banget nih spesialis untuk yang suka terjun dan berhadapan langsung dengan masyarakat! Contoh universitas yang menyelenggarakan program ini :

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
Photo/Freepik.com

3. Spesialis Keperawatan Maternitas

Gelar “Sp.Kep.Mat” dapat diperoleh dengan menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Kemudian melanjutkan ke tahap pendidikan spesialis ini ditempuh dalam 2 semester dan maksimal 3 semester. Spesialis keperawatan maternitas juga dibutuhkan untuk bekerja sama dengan bidan dan Sp.OG . Spesialisas keperawatan maternitas juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan kesehatan reproduksi. Mata kuliah yang ditempuh meliputi keperawatan obstetrik – neonatal dasar, keperawatan perempuan dengan masalah reproduksi, penerapan Praktik Berbasis Fakta (EBP) dalam keperawatan maternitas, seminar kasus keperawatan maternitas, keperawatan obstetri – neonatal risiko lanjut, promosi kesehatan perempuan pada pelayanan primer, pengelolaan fertilitas, keperawatan perempuan dengan keganasan, proyek manajemen asuhan keperawatan maternitas, Seminar Karya Ilmiah Akhir Spesialis (KIAS).  Wah cocok banget nih spesialis ini untuk yang berniat membantu mencapai tujuan kesejahteraan perempuan dalam bidang reproduksi dan ibu hamil. Contoh universitas yang menyelenggarakan program ini :

  • Universitas Indonesia

Baca Juga : Guru Besar Keperawatan Di Indonesia

4. Spesialis Keperawatan Medikal Bedah

Gelar “Sp.Kep.MB” dapat diperoleh dengan menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Kemudian melanjutkan ke tahap pendidikan spesialis ini ditempuh dalam 2 semester dan maksimal 3 semester. Spesialis keperawatan medikal bedah sering ditemui di Rumah Sakit menangani kasus medis dan pembedahan. Peminatan pada spesialis ini yaitu keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis. Mata kuliah yang ditempuh meliputi keperawatan spesialis medikal, keperawatan spesialis bedah, keperawatan spesialis kritis dan gawat darurat, spesialis keperawatan medikal bedah berbasis fakta, keperawatan peminatan spesialis medikal, keperawatan peminatan spesialis bedah, keperawatan peminatan spesialis kritis dan gawat darurat, inovasi spesialis keperawatan medikal bedah, karya ilmiah akhir ners spesialis. Contoh universitas yang menyelenggarakan program ini :

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Universitas Airlangga

Dikutip dari website UNAIR, lulusan spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga memiliki profil:

  • Advanced Clinician: Mampu memberikan asuhan keperawatan Medikal Bedah lanjut dalam menangani permasalahan pasien sesuai spesialisasinya yaitu keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis
  • Pendidik Klinik: Mampu bertindak sebagai pemberi pembelajaran untuk pasien, keluarga dan perawat pada level yang lebih rendah
  • Case Manager: Mampu mengelola permasalahan pasien secara paripurna
  • Peneliti Klinik: Mampu melakukan penelitian terhadap semua permasalahan yang dihadapi di tatanan klinik sesuai spesialisasinya yaitu keperawatan kegawatdaruratan, keperawatan anastesi, keperawatan kamar bedah, dan keperawatan kritis

Baca Juga : Kampus Keperawatan Terbaik Di Luar Negeri

5. S2 Ilmu Keperawatan dan Peminatannya

Saat menempuh pendidikan S2, kita juga bisa memilih peminatan. Contoh peminatannya yaitu Peminatan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Peminatan Keperawatan Medikal Bedah, Peminatan Keperawatan Maternitas, Peminatan Keperawatan Anak, Peminatan Keperawatan Jiwa, dan Peminatan Keperawatan Komunitas. Universitas yang mengadakannya diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, STIK Sint Carolus, Universitas Diponegoro, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Nahdlatul Ulama, STIKES Jenderal Achmad Yani, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali, Poltekkes  Kemenkes Semarang.

Selain itu di Universitas Indonesia telah dibuka Peminatan Keperawatan Onkologi. Perawat onkologi adalah perawat yang berfokus pada kanker. Perawat – perawat ini memerlukan sertifikasi lanjutan dan pengalaman klinis dalam onkologi lebih dari yang disediakan oleh program keperawatan pada umumnya. Beberapa mata kuliahnya yaitu biostatistika lanjut, pengkajian keperawatan onkologi, keperawatan berbasis fakta, penatalaksanaan kanker holistik, promosi kesehatan dalam keperawatan onkologi, menajemen asuhan keperawatan onkologi, kegawatdaruratan kanker, keperawatan paliatif dan akhir kehidupan.

Lulusan spesialis keperawatan juga dapat menjadi akademisi atau dosen loh! Siapa disini yang punya cita – cita jadi dosen? Ayo semangat menuntut ilmu dan belajar! Jika mau juga dapat melanjutkan pendidikan jenjang Doktor Keperawatan, lulusannya (Dr.Kep)

Ngomong – ngomong adakah yang tertarik dengan salah satu spesialis keperawatan diatas? Yuk komen di bawah yang mana pilihanmu!

Baca Juga : 6 Tantangan Menjadi Perawat Masa Kini

Referensi :

https://nursing.ui.ac.id/

http://116.197.131.210/img/brosur_s2_sp.pdf

https://twitter.com/afrkml/status/1294989909829144578

https://ners.unair.ac.id/site/index.php/program-studi/spesialis-keperawatan-medikal-bedah

https://ppni-inna.org/index.php/public/information/announce-detail/17

https://gustinerz.com/18-universitas-yang-membuka-s2-keperawatan/2/

(DOK/AF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *