banner 728x250

Teori Keperawatan Model Madeleine Leininger : Transcultural Nursing

wikipedia.org

Keperawatan merupakan salah satu profesi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan langsung baik kepada individu, keluarga, dan masyarakat. Sebagai salah satu tenaga profesional, keperawatan menjalankan dan melaksanakan kegiatan praktek keperawatan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teori keperawatan yang dapat dipertanggung jawabkan. Dimana ciri sebagai profesi adalah mempunyai body of knowledge yang dapat diuji kebenarannya serta ilmunya dapat diimplementasikan kepada masyarakat langsung.

Perawat dalam mempratikan keperawatannya harus memperhatikan budaya dan keyakinan yang dimiliki oleh klien, sebagaimana yang disebutkan oleh teori model Madeleine Leininger bahwa teori model ini memiliki tujuan yaitu menyediakan bagi klien pelayanan spesifik secara kultural. Untuk memberikan asuhan keperawatan dengan budaya tertentu, perlu memperhitungkan tradisi kultur klien, nilai-nilai kepercayaan ke dalam rencana perawatan.

BACA JUGA : 6 Tantangan Menjadi Perawat Masa Kini

Teori Leininger adalah tentang culture care diversity dan universality, atau yang lebih dikenal dengan transcultural nursing. Berfokus pada nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan pelayanan kesehatan berbasis budaya, serta di dalam teorinya membahas khusus culture, culture care, diversity, universality, ethnohistory. Tujuan penggunaan keperawatan transkultural adalah mengembangkan sains dan pohon keilmuan yang humanis, sehingga tercipta praktik keperawatan pada kebudayaan yang spesifik dan universal.

Bahasan yang khusus dalam teori Leininger, antara lain adalah :

1. Culture

Apa yang dipelajari, disebarkan dan nilai yang diwariskan, kepercayaan, norma, carahidup dari kelompok tertentu yang mengarahkan anggotanya untuk berfikir, membuatkeputusan, serta motif tindakan yang diambil.

2. Culture care

Suatu pembelajaran yang bersifat objektif dan subjektif yang berkaitan dengan nilai yang diwariskan, kepercayaan, dan motif cara hidup yang membantu, menfasilitasi atau memampukan individu atau kelompok untuk mempertahankan kesejahteraannya, memperbaiki kondisi kesehatan, menangani penyakit, cacat, atau kematian.

BACA JUGA : Pedoman Persiapan Uji Kompetensi Nasional Program Studi Profesi Ners

3. Diversity

Keanekaragaman dan perbedaan persepsi budaya, pengetahuan, dan adat kesehatan, serta asuhan keperawatan.

4. Universality

Kesamaan dalam hal persepsi budaya, pengetahuan praktik terkait konsep sehat dan asuhan keperawatan.;

6. Ethnohistory

Fakta, peristiwa, kejadian, dan pengalaman individu, kelompok, budaya, lembaga, terutama sekelompok orang yang menjelaskan cara hidup manusia dalam sebuah budaya dalam jangka waktu tertentu.

Penerapan Teori Madeleine Leininger dalam Keperawatan:

1. Riset (Research)

Teori Leininger telah diuji cobakan menggunakan metode penelitian dalamberbagai budaya. Teori transculturalnursing ini, merupakan satu-satunya teori yang yang membahas secara spesifiktentang pentingnya menggali budaya pasien untuk memenuhi kebutuhannya.

BACA JUGA : Teori Dan Model Keperawatan Patricia Benner

2. Edukasi (Education)

Di Indonesia sendiri, sangat penting untuk menerapkan teori transcultural nursing dalam sistem pendidikannya. Karena kelak, saat para perawat berhadapanlangsung dengan klien, mereka tidak hanya akan merawat klien yang mempunyaibudaya yang sama dengan dirinya. Bahkan, mereka juga bisa saja menghadapiklien yag berasal dari luar negara Indonesia.

3. Kolaborasi (Colaboration)

Dalam mengaplikasikan teori Leininger di lingkungan pelayanan kesehatan memerlukan suatu proses atau rangkaian kegiatan sesuai dengan latar belakang budaya klien. Hal ini akan sangat menunjang ketika melakukan kolaborasi dengan klien, ataupun dengan staf kesehatan yang lainnya.

BACA JUGA : Tips Menjalani Praktik Klinik Di Rumah Sakit Untuk Mahasiswa Keperawatan

4. Pemberi Perawatan (Care Giver)

Perawat sebagai care giver diharuskan memahami konsep teori Transcultural Nursing. Karena, bila hal tersebut diabaikan oleh perawat, akan mengakibatkan terjadinya cultural shock atau culture imposition. Cultural shock akan dialami oleh klien pada suatu kondisi dimana perawat tidak mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya.

Daftar Pustaka

Johnson, Betty M & Pamela B. Webber. (2005). Theory and Reasoning in Nursing. Virginia:

Wolters Kluwer

Sagar, Priscilla Limbo. (2014). Transculural Nursing Education Strategies. United States:

Spinger Publishing Company.

(DOK/ND)

BACA JUGA : 6 Tantangan Menjadi Perawat Masa Kini

BACA JUGA : Pedoman Persiapan Uji Kompetensi Nasional Program Studi Profesi Ners

BACA JUGA : Teori Dan Model Keperawatan Patricia Benner

BACA JUGA : Tips Menjalani Praktik Klinik Di Rumah Sakit Untuk Mahasiswa Keperawatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *