Mediaperawat.id – Tenaga kesehatan (nakes) merupakan profesi yang sering dihadapkan pada berbagai situasi dan tantangan di lingkungan kerja. Dalam menjalankan tugasnya, nakes bertemu dengan berbagai pihak, mulai dari rekan sejawat, pasien, hingga keluarga pasien.
Di sisi lain, tuntutan pekerjaan yang tinggi, terutama saat menghadapi kondisi gawat darurat, mengharuskan tenaga kesehatan bekerja dengan cepat dan tepat. Kondisi tersebut membuat nakes lebih memprioritaskan kebutuhan pasien dibandingkan kesehatan dirinya sendiri.
Tidak jarang menunda waktu makan, kurang minum air putih, hingga mengurangi waktu istirahat demi memastikan pelayanan kepada pasien tetap optimal. Padahal, menjaga kesehatan diri merupakan hal yang tidak kalah penting. Tenaga kesehatan perlu lebih peka (aware) terhadap kondisi fisik maupun mentalnya. Artikel di bawah ini mengulas apa saja perilaku hidup sehat yang harus dijaga oleh perawat, baca sampai selesai yuk!
Perilaku Hidup Sehat yang Perlu Dijaga Tenaga Kesehatan
Apa saja kebiasaan yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan agar tetap sehat di tengah padatnya aktivitas kerja? Simak tujuh kebiasaan berikut yang dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Baca Juga : Burnout Perawat di Era Digitalisasi, Antara Teknologi dan Tekanan Kerja
Apa saja kebiasaan yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan agar tetap sehat di tengah padatnya aktivitas kerja? Simak tujuh kebiasaan berikut yang dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental.
- Jangan Menunda Minum Air Putih
Menunda minum sering terjadi karena terlalu sibuk atau menggunakan APD dalam waktu lama. Padahal, dehidrasi dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, penurunan konsentrasi, kelelahan, hingga meningkatkan risiko kesalahan kerja.
Untuk menghindarinya, minumlah sebelum merasa haus, selalu membawa botol minum dan manfaatkan waktu istirahat untuk rehidrasi juga.
- Jangan Lewatkan Waktu Makan
Melewatkan makan dapat menyebabkan penurunan energi, konsentrasi, dan produktivitas. Asupan nutrisi yang cukup membantu menjaga stamina selama shift panjang. Oleh karena itu, sarapan atau makan sebelum shift sangat penting, siapkan bekal dengan menu sehat atau selalu siapkan camilan tinggi protein atau buah di tas bila tidak sempat makan besar.
- Prioritaskan Tidur Berkualitas
Kurang tidur dan sistem kerja shifting meningkatkan risiko kelelahan, cedera kerja, penurunan kemampuan mengambil keputusan, bahkan medical error. Upayakan tidur 7 jam atau lebih waktu tidur setiap hari bila memungkinkan. Buatlah rutinitas tiur, Batasi kafein dan layar handphone sebelum tidur, lalu manfaatkan power nap (tidur singkat) bila memungkinkan
- Kelola Stres dan Jaga Kesehatan Mental
Profesi tenaga kesehatan memiliki risiko tinggi mengalami stres dan burnout akibat beban kerja, tekanan emosional, serta jam kerja yang panjang. Meluangkan waktu untuk relaksasi, berbicara dengan teman sejawat, atau mencari bantuan profesional bila diperlukan merupakan bentuk self-care yang penting. Kenali tanda burnout (seperti sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi dan lelah bekerpanjangan), luangkan waktu untuk hobi dan jangan ragu untuk mencari bantuan.
- Tetap Aktif Bergerak
Berdiri lama atau duduk lama saat bekerja sama-sama dapat menyebabkan nyeri otot dan gangguan muskuloskeletal. Peregangan singkat setiap beberapa jam membantu mengurangi kekakuan tubuh. Lakukan stretching 3-5 menit, jalan kaki sebentar saat pergantian tugas dan o lahraga ringan 150 menit/minggu sesuai rekomendasi WHO.
- Terapkan Ergonomi Saat Bekerja
Cara mengangkat pasien atau posisi kerja yang salah meningkatkan risiko cedera punggung, bahu, dan leher. Menggunakan teknik body mechanics yang benar serta alat bantu pemindahan pasien dapat mengurangi risiko cedera. Hindarilah membungkuk terlalu lama, gunakan alat bantu yang tersedia, atur tinggi meja kerja atau bed pasien bila memungkinkan.
- Rutin Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Tenaga kesehatan sering fokus merawat orang lain hingga lupa memeriksa kondisi kesehatannya sendiri. Pemeriksaan kesehatan berkala membantu mendeteksi penyakit lebih dini dan memastikan kondisi tubuh tetap prima untuk bekerja.
Rutin medical check-up. cek tekanan darah. skrining gula darah dan kolesterol serta pastikan vaksinasi tenaga kesehatan tetap lengkap bisa membantu dalam proses menjaga kesehatan yang dilakukan secara berkala.
Self care merupakan bagian dari profesionalisme tenaga kesehatan. Berbagai kebiasaan sehat tersebut dapat diterapkan dengan manajemen waktu yang baik, sehingga di tengah padatnya aktivitas kerja, nakes tetap memiliki waktu untuk makan, beristirahat, bergerak aktif, dan merawat kesehatan fisik maupun mentalnya. Dengan tubuh yang sehat, tenaga kesehatan akan lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Ikuti dan pantau terus Media Perawat Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Managing fatigue during times of crisis: Guidance for nurses, managers, and other healthcare workers. National Institute for Occupational Safety and Health. https://www.cdc.gov/niosh/bulletin/2020/fatigue-crisis.html
Centers for Disease Control and Prevention. (2020). PPE burden. National Institute for Occupational Safety and Health. https://www.cdc.gov/niosh/bulletin/2020/ppe-burden.html
Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Healthcare workers. National Institute for Occupational Safety and Health. https://www.cdc.gov/niosh/healthcare/
Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Stress and burnout among healthcare workers. National Institute for Occupational Safety and Health. https://www.cdc.gov/niosh/healthcare/risk-factors/stress-burnout.html
World Health Organization. (2025). Physical activity. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity









