banner 728x250

Karhutla dan Kabut Asap Meluas, Kasus ISPA Ikut Meningkat: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Mengenal Ispa, Gejala, dan Cara Pengangannya

Mediaperawat.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di beberapa wilayah Indonesia. Cuaca kemarau berkepanjangan dan udara yang relatif kering membuat risiko kebakaran meningkat hingga asap dari kebakaran tersebut dapat menyebar ke wilayah permukiman dan menurunkan kualitas udara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pertengahan September 2026 melaporkan bahwa kondisi atmosfer kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran asap akibat karhutla juga masih terpantau di beberapa wilayah, khususnya Sumatra dan Kalimantan.

Situasi tersebut tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi berpotensi juga memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat khususnya gangguan pada saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Kabut Asap Karhutla

Dampak kesehatan akibat kabut asap mulai terlihat di sejumlah daerah terdampak karhutla. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 10.783 kasus ISPA selama Agustus hingga awal September 2026 dan meningkat menjadi 11.370 kasus ISPA pada periode 1–14 September 2026 berdasarkan data Dinkes Riau.

Paparan asap karhutla dapat menyebabkan masyarakat menghirup berbagai partikel dan zat pencemar. Partikel yang berukuran kecil dapat masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa asap kebakaran hutan dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta mempermudah terjadinya gangguan saluran pernapasan, termasuk ISPA.

Namun, perlu dipahami bahwa ISPA merupakan kelompok penyakit yang penyebab utamanya adalah agen infeksi seperti virus atau bakteri. Dengan demikian, asap karhutla bukan satu-satunya penyebab ISPA, tetapi paparan polusi dan partikel asap dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk kondisi pernapasan seseorang.

Apa Itu ISPA?

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan baik saluran pernapasan bagian atas maupun bawah. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya. Gejala yang umum antara lain batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, bersin, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

Pada kondisi tertentu, gangguan pernapasan dapat berkembang menjadi lebih serius. Sesak napas, napas cepat, nyeri dada, penurunan saturasi oksigen, atau bibir tampak kebiruan merupakan tanda yang membutuhkan penanganan medis segera.

Siapa yang Lebih Rentan Terhadap Asap Karhutla?

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama ketika terpapar asap. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau penyakit paru seperti asma dan PPOK termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Cara Mengurangi Risiko Gangguan Pernapasan

Saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap, kurangilah paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangani. Gunakan masker yang sesuai ketika harus berada di luar rumah, tutup jendela dan pintu jika kondisi udara di luar tidak sehat, serta perhatikan informasi kualitas udara dan peringatan dari pemerintah. Jagalah kondisi tubuh dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kabut asap menyelimuti permukiman, upaya pencegahan paparan menjadi penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Dengan mengenali gejala ISPA dan mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis, masyarakat dapat lebih siap menghadapi dampak kesehatan selama periode kabut asap.

Ikuti dan pantau terus Media Perawat Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.

REFERENSI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2026). Prakiraan cuaca Indonesia sepekan periode 15–21 September 2026: Atmosfer kering mendominasi, karhutla dan asap meluas, tetap waspada hujan lokal dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia. BMKG.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Jangan anggap sepele, kenali gejala dan cara mencegah ISPA. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.

Media Center Provinsi Riau. (2026). Lonjakan kasus ISPA di Riau tembus 10 ribu pasien, anak-anak paling terdampak. Pemerintah Provinsi Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *