Mediaperawat.id – Pernahkah mengikuti kegiatan donor darah? Donor darah berkaitan erat dengan aksi sosial karena sifatnya sukarela. Biasanya dapat dilakukan di sebuah event atau kegiatan kemanusiaan. Selain itu, kita juga bisa datang langsung ke Unit Donor Darah di PMI yang diinginkan. Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mendonorkan darah? Simak ulasan selengkapnya pada artikel berikut!
Apa Itu Donor Darah?
Donor darah merupakan proses menyumbangkan darah secara sukarela yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang memerlukan tambahan darah.
Banyak orang ingin mendonorkan darah tetapi masih ragu karena tidak mengetahui bagaimana prosesnya?
Secara keseluruhan, proses donor darah biasanya memerlukan waktu sekitar satu jam sejak pendonor datang hingga selesai, sementara pengambilan darahnya sendiri hanya berlangsung sekitar 8–10 menit yang dilakukan oleh tenaga profesional (American National Red Cross)
Syarat Menjadi Pendonor Darah
Berdasarkan Kemenkes (2025) berikut ini syarat yang harus dipenuhi untuk donor darah:
- Berusia 17-60 tahun
- Memiliki berat badan minimal 45 kg.
- Memiliki tekanan darah normal atau berkisar antara 90/60-150/80 mmHg.
- Memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dL dan tidak lebih dari 20 g/dL.
- Jarak waktu donor darah terakhir minimal 3 bulan atau 12 minggu, jika sebelumnya sudah pernah menjadi pendonor darah.
- Tidak sedang dalam kondisi sakit atau memiliki keluhan tertentu, seperti lemas, batuk, atau demam.
- Tidak sedang hamil atau menyusui.
- Bersedia menyumbangkan darah secara sukarela dengan menyetujui informed consent.
Untuk memastikan syarat-syarat tersebut terpenuhi, tim kesehatan akan melakukan screening kembali sebelum proses pengambilan darah dilakukan.
Proses Donor Darah
1. Registrasi dan Pemeriksaan Kesehatan
Calon pendonor yang sudah tiba di lokasi donor darah akan melakukan pendaftaran dan verifikasi identitas. Setelah itu, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengukuran suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, serta kadar hemoglobin. Pendonor juga akan ditanyakan mengenai riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, riwayat perjalanan, dan faktor risiko penyakit tertentu yang bertujuan untuk memastikan bahwa donor darah aman bagi pendonor maupun penerima darah.
2. Proses Pengambilan Darah
Jika memenuhi syarat, pendonor dipersilakan duduk atau berbaring dengan nyaman kemudian petugas membersihkan area lengan yang akan digunakan dan memasukkan jarum steril sekali pakai ke pembuluh darah.Proses ini biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan yang berlangsung beberapa detik.
Pada donor darah utuh, sekitar 450–500 mL darah akan diambil dalam waktu kurang lebih 8–10 menit. Setelah itu, area bekas tusukan akan ditutup dengan perban dan pendonor akan diberikan petunjuk perawatan setelah donor.
3. Istirahat dan Pemulihan
Pendonor akan dianjurkan beristirahat sekitar 10–15 menit sambil mengonsumsi makanan ringan dan minuman yang disediakan. Tahap ini membantu tubuh menyesuaikan diri setelah kehilangan sejumlah darah. Sebagian besar pendonor dapat kembali melakukan aktivitas normal setelah beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
4. Apa yang Terjadi Setelah Darah Didonorkan?
Perlu diingat bahwa darah yang telah didonorkan tidak langsung diberikan kepada pasien. Kantong darah akan diberi identitas khusus, kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Darah akan diuji untuk menentukan golongan darah dan mendeteksi kemungkinan penyakit menular.
Setelah dinyatakan aman, darah diproses menjadi beberapa komponen seperti sel darah merah, plasma, dan trombosit sehingga dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pasien. Komponen darah tersebut kemudian disimpan dan didistribusikan ke rumah sakit untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Baca Juga : Donor Darah Deteksi Dini HIV
Manfaat Donor Darah
Bagi Pendonor
- Meningkatkan Kesehatan Jantung
Kadar zat besi yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Donor darah yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh sehingga risiko tersebut dapat berkurang.
- Mengurangi Risiko Kanker
Saat mendonorkan darah, jumlah zat besi dalam darah akan berkurang. Kondisi ini dapat mengurangi potensi kerusakan sel akibat oksidasi yang berlebihan yang bisa mengurangi risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker darah (leukemia atau limfoma).
- Meningkatkan Produksi Eritrosit Baru
Tubuh akan memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang karen proses donor darah dan dapat merangsang regenerasi sel darah merah yang lebih sehat.
- Deteksi Dini Penyakit
Pendonor akan menjalani tes kesehatan termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin dan tes beberapa penyakit menular yang mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin belum diketahui sebelumnya.
- Membantu Menjaga Kesehatan Mental
Donor darah memberikan kepuasan batin karena bisa membantu orang lain yang memerlukan darah sehingga mood meningkat dan memberikan perasaan positif.
Bagi Penerima
- Menyelamatkan Nyawa
Donor darah sangat berarti karena memberikan kesempatan hidup bagi orang yang membutuhkan, seperti pasien kecelakaan, penderita kanker, atau orang yang membutuhkan prosedur medis tertentu.
- Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien
Transfusi darah membantu meningkatkan kondisi fisik pasien, mempercepat pemulihan setelah operasi besar atau perawatan medis lainnya.
Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi pendonor saja. Akan tetapi, berperan dalam membantu penderita penyakit tertentu atau seseorang yang menjalani tindakan medis sehingga memerlukan transfusi darah. Oleh karena iru, donor darah secara rutin sangat dianjurkan untuk menjaga ketersediaan stok darah dan mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ikuti dan pantau terus Media Perawat indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.
Referensi
American Red Cross. (n.d.). Blood donation process explained. Red Cross Blood Services. Diakses dari https://www.redcrossblood.org/donate-blood/blood-donation-process/donation-process-overview.html
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Syarat dan manfaat donor darah. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4115/syarat-dan-manfaat-donor-darah
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Mitos atau fakta? Donor darah rutin dapat membantu turunkan risiko kanker darah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4035/mitos-atau-fakta-donor-darah-rutin-dapat-membantu-turunkan-risiko-kanker-darah









