banner 728x250

7 Diagnosis Keperawatan yang Paling Sering Ditemukan pada Pasien Kritis

Diagnosa Keperawat Pasien Kritis

Mediaperawat.id – Pasien kritis merupakan seseorang yang mengalami gangguan pada salah satu atau lebih sistem tubuh yang dapat mengancam jiwa dan memerlukan pemantauan serta intervensi segera. Kondisi ini dapat terjadi di ruang khusus seperti Intensive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun ruang perawatan pasca operasi.

Perubahan kondisi pada pasien kritis dapat terjadi secara cepat dan tidak terduga. Oleh karena itu, perawat berperan dalam melakukan pengkajian yang tepat, menentukan diagnosis keperawatan secara akurat, serta memberikan intervensi yang cepat, tepat dan sesuai prioritas. Baca artikel ini sampai selesai yuk untuk mengetehaui beberapa diagnosis keperawatan yang sering 

Diagnosis Keperawatan yang Sering Muncul Pada Pasien Kritis

Salah satu langkah penting dalam asuhan keperawatan adalah menetapkan diagnosis keperawatan yang paling sering muncul pada pasien kritis sebagai dasar penanganan yang komprehensif. Berikut adalah beberapa diagnosis keperawatan yang sering muncul pada pasien kritis yang dapat diketahui.

  1. Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif

Diagnosis ini menunjukkan kondisi yang mengganggu aliran darah ke otak sehingga berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran atau kerusakan neurologis. Pemantauan status neurologis, tekanan darah, serta tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial menjadi fokus utama dalam pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Kondisi klinis terkait yaitu diabetes melitus, hipertensi, aterosklerosis, syok, keganasan, luka bakar, pembedahan jantung, penyakit ginjal, trauma, stroke atau gangguan hemodinamik.

Baca Juga: 18 Situs Jurnal Ilmiah Gratis Ini Harus Diketahui Oleh Mahasiswa Keperawatan

  1. Gangguan Pertukaran Gas

Gangguan pertukaran gas terjadi ketika proses oksigenasi dan eliminasi karbondioksida di paru-paru tidak berjalan secara optimal. Kondisi ini sering ditemukan pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gagal jantung kongestif, asma, peneumonia, TB paru, ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), edema paru, maupun pasien yang menggunakan ventilator.

Tanda klinis dapat berupa penurunan saturasi oksigen, sesak napas, penggunaan otot bantu napas, sianosis, takikardia, bunti napas tambahan serta hasil analisis gas darah yang abnormal.

  1. Gangguan Ventilasi Spontan

Diagnosis ini menggambarkan ketidakmampuan pasien untuk mempertahankan ventilasi yang adekuat secara mandiri. Biasanya terjadi pada pasien dengan kelemahan otot pernapasan, penurunan kesadaran, atau gangguan neurologis. Kondisi ini sering menjadi indikasi penggunaan ventilasi mekanik (ventilator) untuk mendukung kebutuhan oksigenasi pasien.

  1. Gangguan Penyapihan Ventilator

Gangguan ini terjadi saat pasien kesulitan dalam proses pelepasan ventilator mekanik. Faktor penyebabnya dapat berupa kelemahan otot pernapasan, ketidakseimbangan metabolik, atau kondisi klinis yang belum stabil.

Kondisi yang berkaitan dengan gangguan penyapihan ventilasi seperti cedera kepala, coronary artery nypass graft I(CABG), gagal napas, Icardiac arrest). Evaluasi kesiapan weaning dan pemantauan respons pasien sangat penting untuk mencegah kegagalan ekstubasi.

  1. Penurunan Curah Jantung

Penurunan curah jantung terjadi karena ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Kondisi ini sering ditemukan pada pasien gagal jantung, infark miokard, atau syok kardiogenik, stenosis aorta dan pulmonal serta pasien dengan aritmia.

Manifestasi klinis yang menyertai meliputi hipotensi, takikardia/bradikardia, gambaran EKG aritmia atau gangguan konduksi, hepatomegali penurunan produksi urin, serta penurunan kesadaran.

Baca juga: Diagnosis Keperawatan: Komponen, Jenis, dan Cara Menentukannya

  1. Gangguan Mobilitas Fisik

Pasien kritis yang dirawat di ruang intensif umumnya mengalami keterbatasan mobilitas akibat kondisi penyakit (seperti stroke, cedera medula spinalis, trauma, fraktur), penggunaan alat bantu, atau efek dari sedasi.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti munculnya dekubitus, trombosis, dan kelemahan otot. Intervensi pada pasien seperti mobilisasi dini, perubahan posisi, dan fisioterapi sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

  1. Risiko Infeksi

Pasien kritis berisiko tinggi mengalami infeksi akibat penggunaan alat invasif seperti kateter urine, ventilator, dan akses intravena sentral atau central venous catheter (CVC). Selain itu, kondisi imunitas yang menurun juga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Penerapan prinsip pencegahan infeksi seperti hand hygiene, teknik aseptik, dan perawatan alat invasif menjadi kunci utama dalam menurunkan angka infeksi.

Diagnosis keperawatan pada pasien kritis menggambarkan kondisi klinis yang kompleks dan dinamis sehingga memerlukan perhatian serta penanganan yang cepat dan tepat dari tenaga kesehatan, khususnya perawat. Uraian tersebut menjadi dasar bagi perawat dalam mengidentifikasi kondisi pasien kritis secara sistematis.

Penentuan diagnosis keperawatan harus didasarkan pada hasil pengkajian yang komprehensif serta kondisi klinis pasien yang sedang dirawat sehingga dapat mendukung pemberian intervensi keperawatan yang tepat dan berkelanjutan. Pemahaman yang baik terhadap diagnosis keperawatan ini membantu perawat dalam menetapkan prioritas asuhan, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperbaiki hasil perawatan pada pasien kritis.

Ikuti dan pantau terus Media Perawat Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.

Referensi

PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1 Jakarta DPP PPNI)

Peixoto Brito, M. L., Reis Macedo, L. F., de Siqueira Coelho Lisboa, K. W., Dos Santos Sales, V., de Lima Pinto, S., & Felix Silva, D. S. (2023). Neurocritical Patients: Review of the Scope of Nursing Diagnoses and Care in the Intensive Care Unit. SAGE open nursing, 9, 23779608231158978. https://doi.org/10.1177/23779608231158978

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *