banner 728x250

Mengatahui Tanda-Tanda Sepsis yang Harus Diwaspadai

Tanda Sepsis yang Harus Diwaspadai

Mediaperawat.id – Sepsis merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan pengenalan dan penanganan yang cepat. Kondisi ini dapat berkembang ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ. Jika tidak segera dikenali dan diatasi, sepsis dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat hingga menyebabkan syok dan kematian.

Bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat kemampuan mengenali perubahan klinis pasien menjadi hal yang sangat penting. Perubahan tanda vital, tingkat kesadaran, pola pernapasan, hingga produksi urine dapat menjadi petunjuk adanya perburukan kondisi pasien.

Apa Itu Sepsis dan Mengapa Berbahaya?

Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons tubuh yang tidak teratur terhadap infeksi hingga menyebabkan kerusakan jaringan dan gangguan fungsi organ. Infeksi yang memicu sepsis dapat berasal dari berbagai sumber, seperti paru-paru, saluran kemih, sistem pencernaan, kulit, maupun jaringan lainnya.

Kondisi tersebut dapat terjadi pada berbagai kelompok pasien, terutama yang memiliki faktor risiko tertentu seperti usia lanjut, penyakit kronis, gangguan sistem imun, atau baru menjalani tindakan medis tertentu.

Sepsis menjadi berbahaya karena kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu relatif cepat. Gangguan yang awalnya terjadi pada satu sistem organ dapat berkembang menjadi gangguan pada beberapa organ secara bersamaan. Oleh karena itu, pengenalan kondisi pasien secara dini sangat penting untuk pemberian intervensi sebelum terjadi perburukan yang lebih berat.

Kenali Tanda dan Gejala Sepsis pada Pasien

Perawat perlu memperhatikan perubahan kondisi pasien secara keseluruhan, terutama pada pasien yang memiliki atau dicurigai mengalami infeksi.

Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Perubahan Kesadaran

Pasien mengalami kebingungan, penurunan kesadaran, atau perubahan perilaku yang tidak biasa. Perubahan status mental dapat menjadi tanda adanya gangguan perfusi atau fungsi organ. Pemeriksaan kesadaran dapat dilakukan dengan menilai GCS (Glasglow Coma Scale) pasien.

2. Takipnea (Pernapasan Cepat) atau Sesak

Peningkatan frekuensi napas dapat muncul sebagai respons tubuh terhadap kondisi infeksi dan gangguan metabolik. Pasien juga dapat mengalami penurunan saturasi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen.

3. Takikardia (Denyut Jantung Meningkat)

Kondisi ini dapat terjadi sebagai respons kompensasi tubuh untuk mempertahankan perfusi organ ketika terjadi gangguan sirkulasi.

4. Hipotensi (Tekanan Darah Menurun)

Hipotensi merupakan salah satu tanda yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama jika disertai tanda gangguan perfusi lainnya. Kondisi yang semakin berat dapat berkembang menjadi syok septik.

5. Suhu Tubuh Abnormal

Pasien dapat mengalami demam, tetapi sepsis juga dapat disertai suhu tubuh yang rendah. Karena itu, tidak adanya demam tidak selalu berarti pasien terbebas dari risiko sepsis.

6. Produksi Urine Menurun

Penurunan urine output dapat menunjukkan adanya gangguan perfusi ginjal. Pemantauan jumlah urine menjadi bagian penting dalam menilai kondisi pasien yang dicurigai mengalami sepsis.

7. Perubahan Kondisi Kulit dan Perfusi

Kulit dapat tampak pucat, dingin, lembap, atau mengalami perubahan warna. Pengisian kapiler dan kondisi perifer juga dapat memberikan informasi mengenai perfusi pasien.

Tanda-tanda tersebut perlu dinilai bersama dengan kondisi klinis pasien dan adanya dugaan infeksi. Satu tanda saja tidak cukup untuk menegakkan diagnosis sepsis sehingga diperlukan penilaian klinis secara menyeluruh.

Bagaimana Membedakan Sepsis dengan Infeksi Biasa?

Infeksi dan sepsis merupakan kondisi yang berbeda. Infeksi terjadi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit masuk dan berkembang di dalam tubuh. Sementara itu, sepsis terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ yang mengancam jiwa.

Dengan demikian, pasien yang mengalami infeksi belum tentu mengalami sepsis. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya tanda-tanda gangguan fungsi organ atau perburukan kondisi secara sistemik.

Misalnya, pasien dengan infeksi saluran kemih dapat mengalami demam, nyeri saat berkemih, dan perubahan karakteristik urine. Namun, jika pasien mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah menurun, napas menjadi cepat, dan produksi urine berkurang, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih serius karena dapat menunjukkan adanya gangguan organ.

Dalam praktik keperawatan, perubahan kondisi pasien perlu dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Perubahan kondisi tersebut dapat membantu dalam mengenali adanya perburukan sehingga intervensi dapat dilakukan dengan segera.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menemukan Tanda Sepsis?

  1. Pengkajian dan Pemantauan

Ketika menemukan pasien dengan infeksi yang disertai tanda-tanda perburukan, perawat perlu melakukan pengkajian dan pemantauan secara cepat. Lakukan hal berikut:

  • Menilai jalan napas dan sistem pernapasan termasuk saturasi oksigen
  • Sirkulasi
  • Tingkat kesadaran
  • Tanda-tanda vital
  • Urine output sesuai kondisi pasien.
  1. Komunikasikan Kondisi Pasien

Koordinasikan perubahan kondisi kepada dokter dan tim medis lainnya. Pemeriksaan penunjang dan intervensi selanjutnya dilakukan berdasarkan penilaian klinis serta protokol sepsis yang berlaku.

  1. Cari Tahu Sumber Infeksi

Penanganan sepsis tidak hanya berfokus pada pemberian terapi, tetapi juga pada pengendalian sumber infeksi dan pemantauan respons pasien terhadap terapi. Karena kondisi pasien dapat berubah dengan cepat, pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam perawatan.

Referensi

Evans, L., Rhodes, A., Alhazzani, W., Antonelli, M., Coopersmith, C. M., French, C., Machado, F. R., McIntyre, L., Ostermann, M., Prescott, H. C., Schorr, C., Simpson, S., Wiersinga, W. J., Alshamsi, F., Angus, D. C., Arabi, Y., Azevedo, L., Beale, R., Beilman, G., … Levy, M. M. (2021). Surviving Sepsis Campaign: International guidelines for management of sepsis and septic shock 2021. Intensive Care Medicine, 47, 1181–1247. https://doi.org/10.1007/s00134-021-06506-y

Singer, M., Deutschman, C. S., Seymour, C. W., Shankar-Hari, M., Annane, D., Bauer, M., Bellomo, R., Bernard, G. R., Chiche, J.-D., Coopersmith, C. M., Hotchkiss, R. S., Levy, M. M., Marshall, J. C., Martin, G. S., Opal, S. M., Rubenfeld, G. D., van der Poll, T., Vincent, J.-L., & Angus, D. C. (2016). The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock (Sepsis-3). JAMA, 315(8), 801–810. https://doi.org/10.1001/jama.2016.0287

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *