Mediaperawat.id – Hantavirus merupakan kelompok virus RNA yang bersifat zoonotik dan ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus. Virus ini dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Keduanya memiliki tingkat mortalitas yang signifikan.
Bagaimana gejalanya dan bagaimana cara pencegahannya? Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini!
Klasifikasi Hantavirus
Hantavirus termasuk ke dalam family Hantaviridae (ordo Bunyavirales) dan terdiri dari berbagai spesies yang tersebar secara global. Virus ini dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan manifestasi klinisnya, yaitu Old World hantaviruses yang menyebabkan HFRS (umumnya di Asia dan Eropa) dan New World hantaviruses yang menyebabkan HPS di Amerika. Beberapa contoh virus patogen meliputi Sin Nombre virus, Andes virus, dan Hantaan virus.
Baca Juga: Waspada Campak! Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Cara Penularan Hantavirus
Infeksi Hantavirus terjadi melalui inhalasi aerosol dari urin, feses, atau saliva tikus yang terinfeksi. Hantavirus diidentifikasi sebagai salah satu penyakit infeksi darurat dengan dampak kesehatan masyarakat global yang serius, terutama karena belum tersedianya terapi spesifik maupun vaksin yang efektif.
Manifestasi Klinis Hantavirus
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Penyakit ini spesifik menyerang paru-paru. Gejala muncul sekitar 1–8 minggu setelah paparan. Gejala awalnya berupa kelelahan, demam, nyeri otot (terutama paha, pinggul, punggung). Gejala lanjutannya meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, mual, muntah, diare, nyeri perut, batuk dan sesak napas hingga penumpukan cairan di paru-paru Angka kematian akibat penyakit ini sekitar 38% pada kasus yang sudah mengalami gangguan pernapasan.
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
HFRS menyerang ginjal dan umumnya muncul 1–2 minggu setelah paparan.Gejala awalnya demam dan menggigil, sakit kepala berat, nyeri perut dan punggung, mual, gangguan penglihatan. Gejala lanjutannya dapat berupa tekanan darah rendah syok, perdarahan internal dan gagal ginjal akut. Tingkat keparahan berbeda tergantung jenis virus. Beberapa jenis memiliki mortalitas 5–15%, sementara lainnya kurang dari 1%.
Diagnosis Hantavirus
Pada dasarnya, diagnosis sulit dilakukan pada tahap awal karena gejala yang menyerupai flu. Jika dicurigai, segera periksa ke fasilitas kesehatan, beritahu riwayat kontak dengan tikus dan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk konfirmasi. Tes lab dilakukan melalui pemeriksaan serologi (IgM/IgG), RT-PCR, dan evaluasi klinis berdasarkan riwayat paparan tikus.
Pengobatan Hantavirus
Tidak ada obat antivirus spesifik untuk hantavirus. Perawatannya bersifat suportif seperti stirahat dan penuhi kebutuhan cairan tubuh yang cukup, bantuan pernapasan (ventilator pada kasus HPS berat) serta dialisis untuk gagal ginjal pada HFRS
Pencegahan Infeksi Hantavirus
- Hindari kontak dengan tikus
- Tutup celah rumah agar tikus tidak masuk
- Gunakan perangkap tikus
- Bersihkan area yang berpotensi terkontaminasi dengan aman
- Hindari makanan yang terpapar tikus
- Pengendalian populasi tikus
- Menghindari paparan debu dari area yang dihuni hewan pengerat
Baca Juga: Mengenal Gejala Superflu dan Bahayanya Bagi Kesehatan Masyarakat
Hantavirus merupakan penyakit zoonotik emerging dengan potensi fatal yang tinggi dan distribusi global yang terus berkembang. Kurangnya terapi spesifik menjadikan pencegahan sebagai kunci utama dalam pengendalian penyakit ini. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko paparan hewan pengerat sangat penting untuk menurunkan angka kejadian infeksi.
Ikuti dan pantau terus Media Perawat Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar keperawatan dan kesehatan lainnya.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About hantavirus. Diakses dari https://www.cdc.gov/hantavirus/about/index.html
Chen, R.-X., Gong, H.-Y., Wang, X., Sun, M.-H., Ji, Y.-F., Tan, S.-M., Chen, J.-M., Shao, J.-W., & Liao, M. (2023). Zoonotic Hantaviridae with Global Public Health Significance. Viruses, 15(8), 1705. https://doi.org/10.3390/v15081705
MacNeil, A., Nichol, S. T., & Spiropoulou, C. F. (2011). Hantavirus pulmonary syndrome. Virus Research, 162(1–2), 138–147. https://doi.org/10.1016/j.virusres.2011.09.017









