banner 728x250

Jejak Palang Merah dan Semangat Perawat untuk Kemanusiaan

Jejak Palang Merah dan Semangat Perawat untuk Kemanusiaan

Mediaperawat.id – Siapa yang tidak kenal dengan organisasi kemanusiaan yang mendunia, yaitu International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC)? Setiap tanggal 8 Mei, dunia memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang bertepatan dengan kelahiran Jean Henry Dunant, sosok yang dikenal Bapak Palang Merah Dunia.

Peringatan ini bukan hanya menjadi simbol solidaritas kemanusiaan, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan dunia keperawatan modern. Lalu, bagaimana sejarahnya dan apa hubungannya dengan profesi perawat? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini! 

Lahirnya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari kepedulian Henry Dunant yang menyaksikan banyak korban dalam Battle of Solferino pada tahun 1859. Hal itu membuat dirinya terdorong untuk menulis buku A Memory of Solferino dan menggagas gerakan kemanusiaan untuk menolong korban perang tanpa berpihak. Atas alasan tersebut, lahirlah International Committee of the Red Cross (ICRC) pada tahun 1863 yang berkembang menjadi Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Perang Dunia I menjadi awal dari munculnya gagasan perlunya sebuah aksi nyata tahunan global sebagai bentuk kontribusi dalam perdamaian dunia. Hal ini dibahas dalam Konferensi Internasional Palang Merah ke-14. Hasilnya menetapkan tanggal 8 Mei sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Dunia.

Tahun ini, tema yang diusung adalah “United in Humanity” yang menegaskan pentingnya kebersamaan dalam aksi kemanusiaan. Sukarelawan dan staf hadir bersama masyarakat saat krisis, bukan sebagai orang lain, tetapi sebagai bagian dari mereka. Mereka mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata dengan memberi harapan, dukungan, dan martabat bagi yang membutuhkan.

Baca Juga: Di Balik Senyum Kemerdekaan: Pengorbanan Perawat pada Masa Revolusi

Florence Nightingale dan Lahirnya Semangat Keperawatan Modern

Nama Florence Nightingale sangat erat dengan semangat gerakan Palang Merah karena kontribusi dan dedikasinya dalam merawat korban perang pada masa Perang Krimea pada tahun 1954. Ia memimpin 38 perawat sukarelawan untuk merawat tentara yang terluka di rumah sakit militer Scutari, Turki, dengan situasi darurat dan kondisi sanitasi yang sangat buruk.

Saat bertugas di rumah sakit militer di Scutari, ia memperbaiki sanitasi, kebersihan, dan perawatan pasien sehingga angka kematian tentara menurun drastis. Prinsip pelayanannya tidak memandang latar belakang, kepedulian, serta semangat kemanusiaan sejalan dengan nilai dasar Gerakan Palang Merah.

Oleh karena itu, Florence Nightingale sering dianggap sebagai simbol lahirnya keperawatan modern. Ia dijuluki sebagai “The Lady with the Lamp” atau “Bidadari Berlampu” oleh para prajurit saat Perang Krimea karena sering berkeliling bangsal rumah sakit pada malam hari membawa lampu untuk memeriksa kondisi pasien.

Ia juga menulis buku Notes on Nursing yang menjadi dasar praktik keperawatan modern. Dedikasinya menunjukkan bahwa keperawatan bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi juga bentuk pelayanan kemanusiaan yang penuh empati dan tanggung jawab. 

Kebersamaan dan Kemanusiaan, Jiwa Utama Profesi Perawat

Perawat memegang nilai yang sangat sejalan dengan prinsip Gerakan Palang Merah, terutama kemanusiaan, pelayanan tanpa diskriminasi dan tanpa memihak. Perawat berdiri di baris terdepan untuk memberikan pelayanan tanpa memandang latar belakang sosial, agama, ekonomi, maupun budaya. Nilai ini mencerminkan prinsip impartiality atau ketidakberpihakan yang menjadi dasar gerakan Palang Merah.

Selain itu, perawat juga dituntut untuk memiliki sifat caring, empati yang tinggi, kemampuan bekerja dalam situasi darurat, dan kesiapan memberikan pertolongan kapanpun dan dalam kondisi apapun. Saat bencana, konflik, maupun terjadi wabah penyakit, perawat menjadi sosok pertama yang memberikan dukungan medis dan psikologis. Oleh karena itu, semangat solidaritas dan kemanusiaan bukan hanya nilai tambahan, tetapi merupakan landasan dari profesi keperawatan itu sendiri. 

Baca Juga: Kisah Rufaidah Al-Anshariyah, Perawat Muslimah Pertama yang Terlibat dalam Dua Peperangan

Bagaimana Cara Ikut Berdampak dalam Aksi Kemanusiaan?

Di Indonesia, peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia sudah dilakukan. Berikut ini beberapa aksi nyata yang diselenggarakan oleh PMI di beberapa daerah.

Mulai dari kesiapsiagaan Palang Merah Indonesia (PMI) di Hari Buruh dengan menyediakan ambulans di daerah Jakarta. Selain itu, PMI Buleleng menggelar Edukasi Kesehatan bagi Masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini sekaligus mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam aksi sosial. Kegiatan lainnya, PMI Kabupaten Sumenep memperkuat program kemanusiaan, khususnya pada peningkatan kapasitas relawan kebencanaan dan donor darah.

Aksi kemanusiaan tidak harus selalu dilakukan dalam skala yang besar. Setiap orang dapat berkontribusi melalui langkah kecil seperti donor darah, membantu kegiatan sosial dan  memberikan edukasi kesehatan. Kepedulian terhadap sesama, memberikan pertolongan pertama dan menyebarkan informasi kesehatan yang benar juga merupakan bentuk nyata dari solidaritas dalam kemanusiaan.

Selamat Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia! Dari hal sederhana yang dilakukan dengan tulus, semangat kebersamaan untuk kemanusiaan dapat terus tumbuh dan memberi dampak besar bagi banyak orang.

Referensi

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. (2026). World Red Cross and Red Crescent Day. https://www.ifrc.org/world-red-cross-and-red-crescent-day

International Committee of the Red Cross. (2010). Founding and early years of the ICRC (1863–1914).https://www.icrc.org/en/document/founding-and-early-years-icrc-1863-1914 

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. (2025). Message on World Red Cross and Red Crescent Day. https://www.ifrc.org/article/message-world-red-cross-and-red-crescent-day-1

International Committee of the Red Cross. (2015). Our principles in action – 8 May World Red Cross and Red Crescent Day. https://www.icrc.org/en/document/our-principles-action-8-may-world-red-cross-red-crescent-day

Westwood, G. (2020). How Florence Nightingale paved the way for the heroic work of nurses today. TIME. https://time.com/5835150/florence-nightingale-legacy-nurses/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *