banner 728x250
Askep  

Askep Sistem Kardiovaskuler : Angina Pectoris

Foto : Ilustrasi nyeri dada (Angina Pectoris)/ Dok. Freepik.com

1. Pengertian

Angina merupakan jenis nyeri dada yang diakibatkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung. Kurangnya aliran darah berarti otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Ada beberapa jenis angina, salah satu yang paling umum adalah angina pectoris atau yang juga dikenal sebagai stable angina atau angina stabil. Kondisi ini ditandai dengan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang berkaitan dengan kelelahan akibat aktivitas fisik atau stres emosional. 

2. Penyebab

Penyempitan pembuluh darah ke arteri jantung, akibat penyempitan pembuluh nadi, mengakibatkan darah yang mengalir melalui pembuluh darah otot jantung tidak cukup. Terjadinya angina biasanya dipercepat oleh aktivitas fisik, kegembiraan, atau tekanan emosional. Ada tiga kategori angina :

  • Stable angina-Sakit berhenti dengan istirahat atau nitrat dan gejala konsisten.
  • Unstable angina-Rasa sakit terjadi saat istirahat; adalah serangan awal yang baru; yaitu meningkatnya intensitas, kekuatan, atau durasi; tidak sembuh dengan istirahat; dan lambat merespons nitroglycerin.
  • Prinzmetal’s atau vasopastic angina–biasanya terjadi pada posia istirahat atau dengan olahraga ringan; sering terjadi pada malam hari.

Penyakit jantung atherosclerotic terjadi ketika ada plak di dalam arteri koroner. Angina sering menjadi gejala pertama bahwa ada penyakit jantung. Ketika permintaan oksigen oleh otot jantung melebihi persediaan, dada menjadi sakit.

3. Prognosis

Pasien dapat sering dirawat dengan perubahan gaya hidup dan medikasi untuk mengendalikan gejala angina. Faktor paling utama adalah edukasi untuk pasien. Pasien perlu memahami pentingnya gejala mereka dan kapan memerlukan penanganan medis. Sakit harus dievaluasi pada awalnya dan kapan saja suatu perubahan di dalam pola atau kurangnya respons pada tindakan perawatan terjadi.

4. Tanda-tanda dan Gejala

  • Dada sakit selama 3 sampai 5 menit-tidak semua pasien mengalami sakit substernal; dapat digambarkan sebagai tekanan, rasa berat, himpitan, atau kesesakan. Gunakan istilah yang dipakai pasien.
  • Dapat terjadi setelah istirahat atau setelah kehabisan tenaga, gembira luar biasa, atau terpapar dingin-karena naiknya permintaan oksigen atau vasospasm.
  • Biasanya berhenti dengan istirahat-kesempatan untuk membangun kembali kebutuhan oksigen.
  • Sakit dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti rahang, punggung, atau lengan sakit angina tidak selalu terasa di dada. Tanyakan apakah pasien mengalami sakit yang sama di masa lalu.
  • Berkeringat (diaphoresis) peningkatan kerja tubuh untuk memenuhi kebutuhan fisiologi dasar; kecemasan.
  • Takikardia jantung memompa lebih cepat, berusaha memenuhi kebutuhan oksigen ketika kecemasan meningkat.
  • Kesulitan bernapas, napas pendek (dyspnea)-denyut jantung naik meningkatkan laju pernapasan dan meningkatkan oksigenasi.
  • Kecemasan tidak mendapatkan cukup oksigen untuk otot jantung, pasien menjadi cemas.

Baca Juga : Askep Sistem Kardiovaskuler : Gagal Jantung (Congestive Heart Failure [CHF])

5. Interprestasi Hasil Tes

  • Elektrokardiogram (garis-grafik debar jantung) selama episode:
    • T-wave yang membalik dengan ischemia dini, yang mengurangi aliran darah karena pembuluh darah tersumbat, biasanya tanda
      pertama.
    • Perubahan ST-segment terjadi dengan cedera pada myocardium (otot jantung)
    • Q-waves abnormal karena infarktus jaringan otot jantung.
  • Lab : troponin, CK-MB, yaitu suatu enzim dilepaskan karena kerusakan jaringan jantung 2 sampai 6 jam setelah infarktus, elektrolit.
  • Foto rontgen dada untuk menentukan tanda-tanda gagal jantung.
  • Holter monitoring: portable EKG yang dipakai pasien selama 24 sampai 48 jam, memberikan monitoring jantung secara kontinu.
  • Coronary arteriography untuk menentukan terbentuknya plak di pembuluh nadi jantung.
    Cardiac PET (positron emission tomography) untuk menentukan ter-bentuknya plak di pembuluh nadi jantung.
  • Uji tekanan/stres untuk menentukan gejala-gejala ketika olahraga atau di bawah tekanan pengobatan.
  • Echocardiogram atau stress-echo untuk menentukan adanya abnormal- itas wall motion karena ischemia.
  • Konsul kardiologi.
  • Nonemergent lab: Complete Blood Count (CBC) untuk menentukan status kesehatan umum dari pasien, chemistry (memberikan informasi tentang status elektrolit, ginjal, keseimbangan asam/basa, gula darah, dan kadar kalsium), Prothrombin Time (PT/INR), Activated Partial Thromboplastin Time (PTT) (membantu mendeteksi dan mendiagnosis gangguan pendarahan dan efektivitas antikoagulan), proBNP (BNP) mengukur adanya dan tingkat keparahan gagal jantung.
  • Kolesterol panel untuk mengevaluasi risiko.
    • Meningkatnya risiko penyakit arteri koroner dengan naiknya total kolesterol, naiknya low-density lipoprotein (LDL), naiknya trigliserida dan turunnya high-density lipoprotein (HDL).

6. Tindakan

Tujuan tindakan/perawatan adalah mengirim oksigen cukup ke otot jantung untuk memenuhi kebutuhannya. Ketika sakit dada muncul, selalu berikan oksigen sebagai pertahanan pertama. Pengobatan digunakan pada awalnya untuk mengatasi gejala dan meningkatkan aliran darah ke otot jantung. Pengobatan digunakan untuk kendali gejala dan manajemen kolesterol dalam jangka panjang. Intervensi kardiovaskuler digunakan untuk menjaga darah yang mengalir di pembuluh nadi jantung.

  • 2 sampai 4 liter oksigen.
  • Memberikan beta-adrenergic blocker-kelompok ini punya efek cardioprotective, menurunkan beban kerja jantung dan kemungkinan aritmia. Obat-obat seperti propranolol, nadolol, atenolol, metoprolol.
  • Memberikan nitrat-membantu mendapatkan oksigenasi darah ke otot jantung.
    Nitroglycerin-sublingual tablet atau semprot; timed-release tablet. Topical nitroglycerin paste or timed-released patch.
  • Aspirin untuk efek antiplatelet.
  • Analgesik-umumnya morfin melalui urat nadi selama sakit akut. Obat bertindak sangat cepat jika diberikan dengan cara ini dan akan menurunkan permintaan oksigen otot jantung dan mengurangi sakit.

Hal-hal berikut harus diperhatikan secara terpisah.

  • Percutaneous transluminal coronary angioplasty. Merupakan prosedur non bedah di mana suatu tabung panjang dengan balon kecil diletakkan melalui pembuluh darah ke dalam pembuluh nadi yang menyempit.
    Balon yang terpompa, menyebabkan pembuluh nadi melebar.
  • Coronary artery stent. Adalah tabung baja tahan karat ukuran kecil yang ditaruh di dalam pembuluh nadi jantung agar arteri koroner tetap terbuka.
    -Coronary artery bypass graph (CABG). Merupakan prosedur bedah di mana suatu urat dari kaki atau suatu pembuluh nadi dari lengan atau dada diambil dan ditaruh di pembuluh nadi jantung, mengangkat
    penyumbatan dan memperbaiki aliran darah bebas ke otot jantung.
  • Diet rendah kolesterol, rendah garam, dan rendah lemak.

7. Diagnosis Keperawatan

  • Kecemasan
  • Berkurangnya keluaran jantung
  • Cedera akut

8. Intervensi Keperawatan

  • Monitor tanda-tanda vital-carilah perubahan pada BP, P, R, denyut jantung yang tidak teratur; denyut jantung yang kurang, ketika ketidak- sesuaian ditemukan antara laju atrial dan laju radial, ketika diukur se cara simultan; oksimetri denyut.
  • Temui dokter jika tekanan darah sistolik kurang dari 90 mmHg. Nitrat memperbesar arteri ke jantung dan meningkatkan aliran darah. Anda mungkin diminta untuk menahan nitrat jika SBP <90 mmHg untuk mengurangi risiko pasien meninggal karena kekurangan aliran darah menuju otak.
  • Temui dokter jika denyut jantung kurang dari 60 per menit. Beta-adrenergic blocker memperlambat konduksi melalui nodus AV dan mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas. Anda mungkin diminta tidak memberikan beta blocker jika denyut jantung di bawah 60; Anda harus terus-menerus memonitor denyut jantung pasien.
  • Perhatikan sakit dada setiap kali pasien melaporkannya.
    Ingat PQRST (akronim untuk metode pengukuran rasa sakit).
  • Tentukan place/tempat, quality/kualitas (gambarkan sakitnya-menusuk-nusuk, menekan, dsb.), radiation/radiasi (apakah sakit menjalar ke bagian lain?), severity/keparahan (pada skala 1 sampai 10), dan timing/waktu (kapan mulai dan berapa lama sampai sakit itu berhenti dan apa yang mendahului- nya).
  • Monitor status jantung menggunakan Elektrokardiogram (EKG) 12-lead ketika pasien mengalami serangan angina. Setiap kali pasien sakit, EKG 12-lead dilakukan untuk menilai perubahan, bahkan jika telah
    dilakukan pada hari itu.
  • Catat asupan dan pengeluaran cairan. Perhatikan fungsi ginjal.
  • Tempatkan pasien pada posisi semi-Fowler (semi-duduk dengan lutut ditekuk).
  • Menjelaskan kepada pasien:
    • Istirahat ketika sakit mulai menurunkan kebutuhan oksigen.
      Ambil nitrogliserin jika sakit lain mulai terjadi-membantu pembesaran arteri jantung dan mendapatkan lebih banyak oksigen
      ke otot jantung.
    • Hindari stres dan aktivitas yang menimbulkan serangan pada angina.
    • Telepon 911 (hubungi dokter) jika sakit berlanjut selama lebih dari 10 menit atau ketika pasien mengambil dosis ketiga untuk
      nitrogliserin (1 dosis sublingual setiap 5 menit, jika tekanan darah memungkinkan, untuk maksimal 3 dosis).
    • Berhenti merokok! Merokok dikaitkan dengan sakit jantung.
    • Lakukan diet terkontrol dan olahraga terencana. Kurangi kolesterol dan lemak untuk menurunkan pembentukan plak, dan kurangi garam untuk membantu mengontrol tekanan darah, Secara perlahan tingkatkan olahraga untuk membentuk toleransi terhadap aktivitas olahraga dapat memulihkan jantung.
    • Bagaimana mengenali gejala-gejala infarktus otot jantung: Perhatikan sakit di dada dan perubahan pola sakit dan respons pada perawatan.
    • Sadari perubahan pada pola pernapasan, meningkatnya napas pendek, bengkak, dan perasaan-perasaan tidak enak badan.

Baca Juga : Askep Sistem Kardiovaskuler : Cardiac Tamponade

Daftar Pustaka :

  • Digiulio, Mary dkk. 2014. Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Rapha Publishing. (Diterjemahkan oleh Dwi Prabantini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *