banner 728x250
Askep  

Asuhan Keperawatan Kelompok Lansia

Asuhan Keperawatan Kelompok Lansia

Mediaperawat.id – Ayo siapa yang pernah kebingungan ngejalanin stase Profesi Keperawatan Gerontik? Yap, tak jarang kita dihadapi dengan kasus kelompok (semisal PSTW) dimana kita sebagai mahasiswa/i keperawatan dituntut untuk merumuskan diagnosa keperawatan terkait temuan masalah yang sudah dianalisa dari kelompok lansia tersebut. Inget ya, hanya berupa cuplikan masalah, bukan suatu keharusan apalagi fatwa.

Nah, berikut disajikan dua diagnosa populer dari NANDA beserta perencanaan intervensi yang sering ditemui pada kelompok lansia.

Hmm, jika ditanya kenapa NANDA nih? Sebab untuk perumusan selain masalah “real” seperti KMB, ternyata preferensi sebagian dosen keperawatan masih lebih nyaman menggunakan NANDA, tapi kembali lagi itu ‘Preferensi’ ya, tidak menutup kemungkinan untuk sumber lain seperti buku legangan 3S kepemilikan PPNI.

Berikut perencanaan diagnosa keperawatan yang sering diambil oleh mahasiswa/i Indonesia:

Rencana Keperawatan (Dx.1)

  1. Diagnosa keperawatan yang muncul (NANDA)

Konsfusi kronik (00129) Domain. 5 Persepsi/kognisi Kelas 4. Kognisi

Definsi: Perburukan kecerdasan dan kepribadian yang ireversibel, jangka panjang, dan/atau progresif serta ditandai dengan penurunan kemampuan mengintrepetasikan stimulus lingkungan, penurunan kapasitas proses pikir intelektual; dan dimanifestasikan dengan gangguan memori, orientasi, dan perilaku

  1. Kriteria Hasil yang diharapkan (NOC)

Prevensi primer

Pengetahuan: Manajemen Demensia (1851) ditandai dengan

185101 Mengetahui tanda dan gejala demensia

185102 Mengetahui jenis demensia

185103 Mengetahui tahapan demensia

185110 Mengetahui strategi dalam mencegah kehilangan memori

Prevensi sekunder

Keefektifan Skrining Kesehatan Komunitas (2807) ditandai dengan

280701 Mengidentifikasi kondisi risiko tinggi yang sering ditemukan di komunitas

280702 Mengidentifikasi kondisi yang mampu mendapatkan manfaat dari deteksi dini dan pengobatan

280703 Memilih skrining yang difokuskan pada deteksi dini

280721 Menyediakan skrining untuk lansia

Prevensi tersier

Tingkat Demensia (0920) ditandai dengan

092004 Berkurangnya kesulitan dalam mengingat nama benda yang umum dikenal

092005 Berkurangnya kesulitan dalam melakukan kegiatan ADL

092015 Ketidakamanan berkeliran dapat dicegah

092017 Berkurangnya disorientasi waktu

092018 Berkurangnya disorientasi tempat

092030 Perubahan kepribadian kearah lebih baik

Orientasi Kognitif (0901) ditandai dengan

090101 Mampu mengidentifikasi diri sendiri

090103 Mampu mengidentifikasi tempat

090102 Mampu mengidentifikasi signifikan lainnya             

090104 Mampu mengidentifikasi hari dengan benar

090105 Mampu mengidentifkasi bulan dengan benar

090106 Mampu mengidentfikasi tahun dengan benar

  1. Intervensi keperawatan (secara umum berdasarkan NIC)

Prevensi primer

Identifikasi faktor resiko (6610)

  • Mereview riwayat kesehatan lampau, RM dan hasil pemerikaan rutin
  • Mengidentifikasi faktor biologis, lingkungan dan perilaku dan hububungannya
  • Merencanakan kegiatan untuk mengurangi faktor resiko
  • Implementasi rencana kegiatan untuk mengurangi faktor resiko
  • Rencanakan monitoring faktor resiko dalam jangka panjang

Prevensi sekunder

Skrining Kesehatan (6520)

  • Tentukan target populasi
  • Gunakan instrument valid dan dapat diandalkan
  • Jelaskan tujuan dan rasional dari skrinning kesehatan dan monitoring diri sendiri
  • Dapatkan informed consent untuk prosedur skrinning
  • Dapatkan data riwayat kesehatan, termasuk medikasi, faktor resiko dan kebiasaan, riwayat kesehatan keluarga
  • Lakukan pemeriksaan fisik jika diperlukan
  • Konsultasikan pasien yang memiliki hasil abnormal

Prevensi tersier

Manajemen Demensia (6460)

  • Identifikasi pola perilaku sehari-hari seperti tidur, penggunaan obat, eliminasi,asupan makanan, dan perawatan diri dan rutinitas lainnya
  • Identifikasi jenis dan tingkat deficit kognitif
  • Identifikasi fungsi kognitif
  • Identifikasi status nurtrisi dan berat badan

Manajemen Lingkungan: Keamanan (6486)

  • Identifikasi kebutuhan keselamara pasien berdasarkan tingkat fisik dan fungsi kognitif dan riwayat perilaku masa lalu
  • Mengidentifikasi bahaya kesehtan di lingkungan (fisik, biologi, dan kimia)
  • Mengubah lingkungan untuk meminimalkan bahaya dan risiko
  • Memulai dan melakukan program skrining untuk bahaya lingkungan

Stimulasi kognisi (4720)

  • Orientasikan klien terhadap waktu, tempat, dan orang
  • Bicara pada klien
  • Sediakan kalender
  • Hadirkan perubahan secara berkala
  • Rangsang memori dengan mengulang pemikiran terakhir
  • Tempatkan foto dan objek yang familiar di lingkungan klien
  • Gunakan pengulangan untuk menghadirkan benda-benda baru
  • Variasikan metode untuk mempresentasikan benda
  • Gunakan alat bantu memori: ceklis, jadwal, dan catatan peringatan
  • Tingkatkan atau ulang informasi
  • Berikan informasi per bagian-bagian kecil
  • Minta klien untuk mengulang informasi

Memory Training (4760)

  • Merangsang ingatan dengan mengulangi pemikiran terakhir yang diungkapkan klien, jika sesuai
  • Mengenang pengalaman masa lalu dengan klien, jika sesuai
  • Berikan pelatihan orientasi, seperti klien berlatih terkait informasi dan tanggal diri, jika sesuai
  • Dorong klien untuk berpartisipasi dalam program pelatihan ingatan bersama kelompok
  • Pantau perilaku klien selama terapi
  • Identifikasi dan koreksi kesalahan klien saat orientasi
  •  Pantau perubahan memori saat latihan
  • Berikan klien kesempatan untuk konsentrasi, seperti permainan mencocokan kartu, jika sesuai
  • Berikan klien kesempatan untuk konsentrasi, seperti permainan mencocokan kartu, jika sesuai
  • Berikan pengenalan memori melalui gambar, jika sesuai

Baca Juga: Askep Sistem Kardiovaskuler : Cardiac Tamponade

Rencana Keperawatan (Dx.2)

  1. Diagnosa keperawatan yang muncul (NANDA)

Hambatan interaksi sosial (00052) Domain 7. Hubungan Peran Kelas 3. Perfomans Peran

Definsi: Ketidakcukupan atau kelebihan kuantitas atau ketidakefektifan kualitas  pertukaran sosial

  1. Kriteria Hasil yang diharapkan (NOC)

Prevensi primer

Pengetahuan: Gaya Hidup Sehat (1855) ditandai dengan

185516 Manfaat olahraga teratur

185520 Faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku kesehatan

185532 Strategi mengurangi stres

185534 Pentingnya menstimulasi mental

Prevensi sekunder

Keterampilan interaksi sosial (1502) ditandai dengan

150201 Menunjukan penerimaan

150203 Bekerjasama dengan orang lain

150204 Menunjukkan sensitivitas kepada orag laim

150205 Menunjukkan perilau asertif yang tepat

Tingkat stress (1212) ditandai dengan

121216 Keliruan kognitif yang sering dapat berkurang

121226 Memisahkan diri lansia dapat berkurang

121221 Menurunkan depresi

121232 Menurunkan penurunan produktifitas

Prevensi tersier

Keterlibatan sosial (1503) ditandai dengan

150304 Berinteraksi dengan anggota kelompok yang lain

150306 Semua anggota kelompok dapat berpatisispasi dalam diskusi

150307 Setiap anggota kelompok dapat terlibat secara aktif dalam diskusi

Harga diri (1205) ditandai dengan

120501 Setiap anggota kelompok dapat menerima dirinya sendiri secara verbal

120504 Mempertahankan kontak mata

120505 Setiap anggota kelompok memiliki gambaran diri

120511 Memiliki kepercayaan diri

120515 Berkeinginan untuk berhadapan muka dengan orang lain

  1. Intervensi keperawatan (secara umum berdasarkan NIC)

Prevensi primer

Pengajaran kelompok (5604)

  • Sediakan lingkungan yang kondusif
  • Tentukan target populasi potensia
  • Sediakan instruktur dan bagi group
  • Sediakan instruksi lanjutan bagi individu jika di perlukan

Latihan memori (4760)

  • Dukung pasien untuk berpatisipasi dalam program kelompok latihan mengingat dengan cara yang tepat
  • Monitor prilaku selama terapi
  • Monitor perubahan dalam latihan mengingat

Peningkatan kesadaran kesehatan (5515)

  • Berikan pendidikan kesehatan
  • Ciptakan lingkungan yang dapat membuat pasien dapat mencari bantuan tanpa merasa malu
  • Dorong penggunaan langkah – langkah efektif untuk memiliki koping terhdap gangguan kesadaran kesehatan

Prevensi sekunder

Dukungan kelompok (5430)

  • Memanfaatkan kelompok pendukung selama masa transisi untuk membantu pasien beradaptasi dengan lingkungan
  • Menentukan tujuan dan fungsi kelompok
  • Ciptakan suasana yang menyenangkan
  • Buat jadwal rutin sesuai target dan tujuan
  • Dorong agar setiap peserta dapat menyampaikan pikiran dan pengetahuannya
  • Tekankan pentingnya koping yang efektif
  • Bantu kelompok melalui semua tahap dalam proses, mulai dari orientasi sampai terjalin kedekatan dengan anggota lainnya
  • Penuhi kebutuhan kelompok secara umum dan kebutuhan anggota kelompok

Peningkatan koping (5230)

  • Dukung aktifitas – aktifitas sosial dan lomunitas yang dapat dilakukan
  • Dukung pasien dengan orang lain yang memiliki ketertarikan dan tujuan yang sama
  • Bantu keterampilan sosial yang sesuai
  • Bantu klien untuk mengidentifikasi sistem pendukung yang ada

Prevensi tersier

Terapi kelompok (5450)

  • Menentukan tujuan kelompok
  • Bentuk kelompok dengan jumlah 5- 12 anggota
  • Pilih anggota kelompok yang bersedia untuk berpatisipasi aktif dan mau bertanggung jawab untuk masalah sendiri
  • Tetapkan tempat dan waktu pertemuan kelompok
  • Buat pertemuan 1-2 jam setiap kali sesi
  • Atur kursi melingkar
  • Bantu kelompok untuk bekerja melalui resistensi mereka untuk berubah
  • Beri kelompok arahan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan setiap tahap perkembangannya
  • Dukung untuk membuka diri dan berdiskusi dari hal yang lalu jika berkaitan dengan fungsi dan tujuan kelompok
  • Dukung anggota untuk bertukar pikiran yang merasa miliki dengan anggota lain
  • Bantu anggota untuk memberi umpan balik terhadap anggota yang lain

Peningkatan harga diri (5400)

  • Tentukan kepercayaan diri pasien dalam hal penilaian diri
  • Dukung pasien untuk dapat mengidentifikasi kekuatan dalam diri
  • Bantu pasien untuk dapat menemukan penerimaan diri
  • Lakukan kontak mata dengan klien
  • Dukung pasien untuk terlibat dalam memberikan afirmasi positif melalui pembicaraan pada diri sendiri dan secara verbal  terhadap diri sendiri setiap hari
  • Bantu pasien untuk mengidentifikasi respon positif dari orang lain
  • Ungkapkan kepercayaan diri klien dalam mengatasi sesuatu
  • Beri pujian terkait kemampuan klien dalam mencapai tujuan
  • Fasilitasi ligkungan dengan aktifitas – aktifitas yang akan meningkatkan harga diri
  • Monitor tingkat harga diri dari waktu ke waktu

Baca Juga: Askep Sistem Kardiovaskuler : Angina Pectoris

Referensi:

Bulechek, Gloria M., Butcher, Howard K., Dochterman, Joanne M., Wagner, Cheryl M.. (2013). Nursing Interventions Classification (NIC). 6th ed. Missouri: Elsevier.

Herdman, H. & Kamitsuru, S. (2018). Nanda International Nursing Diagnoses: Definitions and classification 2018-2020 (11th ed.).  New York, NY: Thieme Publishers.

Miller, C.A. (2012). Nursing for Wellness in Older Adults, 6th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M.L., & Swanson, E. (2013). Nursing outcomes classification (NOC). 6th ed. Mosby: St Louis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *