Teori Dan Model Keperawatan Jean Watson

Nurselabs.com

Pada kesempatan kali ini, Tim Mediaperawat.id akan mengajak teman-teman untuk membahas mengenai salah satu teori keperawatan dari pakar Teori Keperawatan dunia, yaitu Jean Watson.

A. Konsep Utama Teori dan Model Keperawatan Jean Watson:

Jean Watson lahir pada tahun 1940, dia adalah Bachelor of Science dalam Keperawatan, Master of Science dalam Psychiatric / Mental Health Nursing dari University of Colorado – Danver, serta PhD dalam Educational Psychology. Watson adalah pengarang banyak artikel, chapter/tulisan singkat dalam buku, dan buku lainnya. Hasil penelitiannya adalah tentang manusia dan rasa kehilangan.

Teori Jean Watson yang telah dipublikasikan dalam keperawatan adalah “Human Science and Human Care”. Watson percaya bahwa fokus utama dalam keperawatan adalah pada faktor care/perhatian pada perawatan yang asalnya dari humanistic perspective dan dikombinasikan dengan dasar ilmu pengetahuan. Dalam keperawatan juga dikembangkan filosofi kemanusiaan, dan sistem sistem nilai, serta menggunakan seni perawatan yang baik. Teori Jean Watson ini ternyata merupakan salah satu dari kebutuhan manusia dalam merawat pasien.

Tolak ukur pandangan Watson ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Pandangan teori Jean Watson ini memahami bahwa manusia memiliki 4 bagian kebutuhan dasar manusia yang saling berhubungan antara kebutuhan yang satu dengan kebutuhan yang lain.

BACA JUGA : Teori Keperawatan Sister Calista Roy

Berdasarkan dari empat kebutuhan tersebut, Jean Watson memahami bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dan memiliki berbagai ragam perbedaan, sehingga dalam upaya mencapai kesehatan, manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik, mental, sosial, serta spiritual. Selain itu ada 7 (tujuh) asumsi dalam ilmu keperawatan, antara lain :

  1. Asuhan keperawatan dapat secara efektif didemonstrasikan dan dipraktekkan hanya secara interpersonal.
  2. Asuhan keperawatan berisi faktor care/perhatian pada perawatan yang hasilnya dapat memuaskan Kebutuhan manusia yang memerlukan bantuan.
  3. Asuhan keperawatan yang efektif meningkatkan kesehatan dan berkembang ke arah perbaikan bagi individu, serta keluarga.
  4. Respon asuhan keperawatan menerima seseorang tidak hanya pada saat di rawat saja, tetapi juga kemungkinan yang akan terjadi setelah pasien pulang.
  5. Asuhan keperawatan juga melibatkan lingkungan pasien, sehingga bisa menawarkan kepada pasien untuk mengembangkan potensinya untuk memilih apa yang terbaik untuk dirinya saat itu.
  6. Asuhan keperawatan lebih “ healthogenic” dari pada pengobatan. Praktek asuhan keperawatan terintegrasi antara pengetahuan biofisikal dengan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk meningkatkan kesehatan dan untuk memberikan bantuan / pertolongan kepada mereka yang sakit.
  7. Praktek asuhan merupakan sentral keperawatan.

B. Hubungan Teori Jean Watson dengan Konsep Utama Keperawatan:

Jean Watson membagi konsep utama keperawatan dalam 4 (empat) bagian, yaitu:

1.Kemanusiaan (Human Beeing).

Menurut pandangan Watson orang yang bernilai bagi dirinya atau orang lain dalam memberikan pelayanan keperawatan harus dapat memelihara, menghargai, mengasuh, mau mengerti dan membantu orang yang sedang sakit. Dalam pandangan filosofi umum, manusia itu mempunyai fungsi yang kompleks yang terintegrasi dalam dirinya. Selain itu manusia juga dinilai sempurna, karena bagian-bagian tubuhnya mempunyai fungsi yang sempurna; tetapi dalam fungsi perkembangannya dia harus selalu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Jika adaptasi tersebut tidak berhasil, maka akan terjadi konflik (terutama kngi.onflik psikososial), yang berdampak pada terjadinya krisis disepanjang kehidupannya. Hal tersebut perlu mendapatkan asuhan, agar dapat ditanggulangi.

2.Kesehatan

Menurut WHO meliputi bagian positif dari fisik, mental, dan sosial yang baik. Akan tetapi Watson juga mempercayai bahwa ada beberapa faktor lain yang dibutuhkan untuk dimasukkan dalam definisi sehat ini, yaitu:

  • Fungsi manusia secara keseluruhan baik fungsi fisik, mental, dan sosial seimbang/serasi
  • Adaptasi secara umum terhadap pertahanan dirinya sehari-hari dengan lingkungannya
  • Tidak adanya penyakit.

Asuhan kesehatan yang benar fokusnya pada gaya hidup, kondisi sosial, dan lingkungan :

  • Kesehatan adalah hubungan yang harmonis antara pikiran, tubuh, dan jiwa.
  • Kesehatan juga dihubungkan dengan tingkat kesesuaian antara apa yang dirasakan dengan apa yang dialami.

3.Lingkungan sosial

Salah satu variabel yang mempengaruhi masyarakat saat ini adalah lingkungan sosial. Masyarakat memberikan nilai yang menentukan terhadap bagaimana seharusnya berkelakuan, dan tujuan apa yang harus dicapai. Nilai – nilai tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sosial, kultural, dan spiritual.

Asuhan keperawatan telah ada dalam masyarakat, karena setiap masyarakat biasanya mempunyai seseorang yang care terhadap orang lain. Watson menyatakan bahwa merawat, dan keperawatan itu ternyata sangat dibutuhkan oleh setiap lingkungan sosial yang mempunyai beberapa orang yang saling peduli dengan yang lainnya. Sikap merawat tidak diturunkan dari generasi ke generasi, melalui gen, tetapi diturunkan dari kebudayaan profesi sebagai suatu koping yang unik terhadap lingkungan.

4.Keperawatan

Menurut Watson keperawatan fokusnya lebih pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit, merawat yang sakit, dan pemulihan keadaan fisik. Keperawatan pada promosi kesehatan awalnya sama dengan mengobati penyakit. Dia melihat keperawatan dapat bergerak dari dua area, yaitu: masalah penanganan stres dan penanganan konflik. Hal ini dapat menunjang tersedianya perawatan kesehatan yang holistik, yang dia percayai dapat menjadi pusat dari praktik keperawatan. Salah satu asumsi Watson mengatakan bahwa kondisi sosial, moral, dan ilmu pengetahuan sangat berkontribusi terhadap kondisi kesehatan manusia dan masyarakat, sehingga perawat perlu berkomitmen terhadap pemberian asuhan kesehatan yang ideal melalui kajian teori, praktek, dan riset keperawatan.

BACA JUGA : Teori (Kebutuhan Dasar Manusia – Virginia Henderson)

Ada 10 faktor utama yang membentuk aktivitas perawatan, antara lain:

  1. Membentuk sistem nilai humanistic altruistic
  2. Membangkitkan rasa percaya dan harapan
  3. Mengembangkan kepekaan kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain
  4. Mengembangkan hubungan yang sesuai harapan pasien / “helping trust”
  5. Meningkatkan intuisi dan peka terhadap ekspresi perasaan baik positif, maupun negatif
  6. Menggunakan metoda ilmiah “problem solving” yang sistematik untuk mengambil keputusan
  7. Meningkatkan hubungan interpersonal “teaching-learning”
  8. Memberi dukungan/support, melindungi, dan membantu memperbaiki kondisi mental, fisik, sosial-kultural, serta spiritual.
  9. Bantuan yang diberikan dapat memuaskan kebutuhan manusia
  10. Menghargai terhadap kekuatan yang dimiliki pasien.

Itu tadi salah satu teori keperawatan yang dirangkum oleh Tim Mediaperawat.id selanjutnya. Semoga bermanfaat ^^

REFERENSI

George J. B. (1990). Nursing Theories. New Jersey: Apleton and Lange.

Hidayat A. dan Alimul A. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba

Medika.

Soemantri I. (2006). Konsep Dasar Keperawatan. Bandung: Stikes A. Yani Press.

(Dok/TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.